IMM Bahaudin Mudhary akan Gelar Pengkaderan di Badur

  • 20 Sep 2026 20:22 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bahaudin Mudhary Madura akan menggelar Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) pada 26–27 September 2026 di Pantai Badur, Sumenep.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi sarana pengaderan awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh IMM, nilai-nilai Muhammadiyah, serta kehidupan berorganisasi.

Ketua Pelaksana MASTAMA, Ahmad Syahroni, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pengenalan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami sejarah, perjuangan, intelektualitas, dan nilai keislaman yang menjadi bagian dari IMM.

“MASTAMA merupakan acara pengaderan awal untuk teman-teman mahasiswa mengenal lebih dalam organisasi IMM dan nilai-nilai yang selama ini Muhammadiyah bawa, terutama kehidupan dalam berorganisasi,” ujar Ahmad Syahroni.

Menurutnya, MASTAMA memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dari kegiatan organisasi lainnya. Peserta tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan organisasi, tetapi juga diajak memahami sejarah dan perjuangan IMM melalui kegiatan yang interaktif.

Konsep tersebut diharapkan membuat peserta tidak sekadar duduk mendengarkan materi, melainkan dapat berinteraksi, berdiskusi, serta membangun kedekatan dengan peserta lainnya.

Sementara itu, tema “Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual” menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MASTAMA tahun ini. Ahmad menjelaskan, unggul dalam intelektual tidak hanya diukur melalui nilai akademik atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

“Mahasiswa yang unggul secara intelektual adalah mahasiswa yang mampu berpikir kritis, berani bertanya, terbuka terhadap perbedaan, mau belajar, dan mampu menggunakan ilmunya untuk membaca serta menyelesaikan persoalan di sekitarnya,” jelasnya.

Pemilihan Pantai Badur sebagai lokasi kegiatan juga memiliki alasan tersendiri. Selain menawarkan suasana yang tenang, lokasi tersebut dinilai dapat mendukung proses belajar, refleksi diri, dan membangun kebersamaan antarpeserta.

MASTAMA juga diarahkan untuk membentuk karakter mahasiswa yang kritis, bertanggung jawab, percaya diri, peduli terhadap persoalan sosial, serta memiliki kemantapan dalam kehidupan beragama.

Nilai tersebut selaras dengan trilogi IMM yang mencakup religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.

Ahmad menambahkan, organisasi mahasiswa tetap memiliki peran penting di tengah kemudahan memperoleh informasi dan membangun pertemanan melalui media sosial.

Melalui organisasi, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata dalam bekerja sama, berdiskusi, menghadapi persoalan, serta mencari solusi secara bersama-sama.

MASTAMA terbuka bagi mahasiswa aktif dan berkomitmen. Peserta diwajibkan mengikuti ketentuan perlengkapan yang telah ditetapkan panitia, di antaranya alat salat, alat mandi, kemeja hitam, celana atau rok hitam, hijab maroon bagi peserta perempuan, baju ganti, serta obat-obatan bila diperlukan.

Dengan biaya pendaftaran Rp10 ribu, kegiatan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, menambah relasi, memperoleh pengalaman baru, sekaligus mengembangkan karakter.

“Jangan pernah memandang MASTAMA cuma sebagai kegiatan biasa. Ini peluang besar bagi teman-teman untuk mengenal IMM, mengenal teman-teman seperjuangan, dan menemukan tempat untuk berkembang sebagai mahasiswa,” pungkas Ahmad Syahroni.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....