Santri di Rubaru Dilatih Olah Bawang Merah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

  • 15 Sep 2026 10:04 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) terus mendorong kemandirian ekonomi kalangan santri melalui program Santri Entrepreneur Plasma 3.

Kegiatan yang berlangsung pada 14 hingga 16 September 2026 di Pondok Pesantren Al Ibrohimy, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, diikuti 32 peserta. Pelatihan diarahkan pada pengembangan keterampilan mengolah bawang merah menjadi produk pangan dengan nilai jual lebih tinggi.

Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruq Hanafi, mengatakan Rubaru dipilih sebagai lokasi pelatihan karena wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra bawang merah berkualitas di Sumenep. Bahkan, komoditas bawang merah dari wilayah tersebut sebelumnya telah mampu menembus pasar ekspor.

Menurutnya, selama ini sebagian besar hasil panen bawang merah masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah dengan harga sekitar Rp40.000 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai masih memiliki peluang untuk dikembangkan melalui diversifikasi produk.

“Dengan sentuhan teknologi dan pengemasan yang tepat, nilai jual olahan bawang merah ini bisa melonjak drastis hingga menyentuh Rp200.000,” ujar Faruq, Selasa 15 September 2026.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi kewirausahaan, tetapi juga praktik mengolah bawang merah menjadi sejumlah produk, di antaranya steak bawang dan bawang goreng. Peserta sekaligus diperkenalkan dengan teknik pengemasan yang lebih modern agar produk memiliki daya saing di pasar.

Pemkab Sumenep juga memberikan dukungan berupa peralatan produksi berbasis teknologi dan bahan baku. Pendampingan dilakukan secara lintas sektor, mulai dari pemasaran bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (DKUPP), fasilitasi legalitas dan perizinan oleh DPMPTSP, hingga akses permodalan melalui sektor perbankan, termasuk BPRS Bhakti Sumekar.

Faruq menyebut program tersebut telah menunjukkan hasil positif dari pelaksanaan sebelumnya. Sejumlah alumni Santri Entrepreneur tahun 2025 mulai mengembangkan usaha secara mandiri, salah satunya melalui usaha angkringan pada ajang Madura Culture Festival (MCF) dan usaha batik dari Bulutoh.

“Program ini menunjukkan keberhasilan yang positif,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ibrohimy, KH Mohammad Mawardi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia berharap pembinaan kepada para santri tidak berakhir setelah kegiatan pelatihan selesai, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan hingga peserta mampu menjalankan produksi secara mandiri.

“Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti hanya pada pelatihan, tetapi ada kesinambungan produksi. Karena bawang merah adalah komoditas unggulan Desa Basoka, semoga langkah ini turut merangsang perluasan lahan dan membawa manfaat ekonomi riil bagi masyarakat,” kata Mawardi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....