Srikandi Keris: "Aksi Kemanusiaan Bukan Hanya Tugas Laki-Laki"

  • 14 Sep 2026 12:24 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Aksi kemanusiaan merupakan panggilan universal tanpa memandang jenis kelamin, di mana perempuan dan laki-laki memiliki hak dan kapasitas yang setara untuk saling menolong. Kemanusiaan berfokus pada penderitaan sesama, sehingga kepedulian tidak mengenal batasan gender.

Keterlibatan perempuan dalam aksi kemanusiaan menunjukkan bahwa kepedulian tidak ditentukan jenis kelamin. Kemampuan untuk membantu sesama dapat dilakukan siapa saja sesuai dengan kapasitas, keterampilan dan kondisi masing-masing.

Ainiyatur Rohmah, Anggota Bidang Media Informasi Srikandi KERIS Sumenep menilai, kehadiran perempuan dalam kegiatan kemanusiaan juga penting karena terdapat kebutuhan korban yang membutuhkan pendekatan berbeda. Korban perempuan, anak, lansia, dan kelompok rentan membutuhkan pendampingan yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, serta kondisi psikologis mereka.

Menurutnya, ksi kemanusiaan juga tidak selalu harus dilakukan melalui bantuan materi. Perempuan dapat berkontribusi melalui edukasi, pelayanan kesehatan, penggalangan bantuan, pendampingan psikososial, penyediaan kebutuhan dasar, hingga menjadi relawan di lingkungan masing-masing.

“Di sisi lain, masih terdapat pandangan bahwa kegiatan kemanusiaan di lapangan lebih cocok dilakukan laki-laki," katanya saat di Program Pengarus Utamaan Gender (PUG) Pro1 RRI, Senin, 14 September 2026. "Pandangan tersebut perlu diubah karena perempuan juga memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan, mengorganisasi kegiatan, berkomunikasi dengan masyarakat serta bekerja dalam situasi yang membutuhkan kepedulian dan ketangguhan, seperti yang pernah saya lakukan bersama teman-teman perempuan saat penggalangan dana bencana alam di Sapudi."

Aini menambahkan kolaborasi antara laki-laki dan perempuan menjadi bagian penting dalam membangun aksi kemanusiaan yang lebih efektif. Pembagian peran seharusnya didasarkan pada kemampuan dan kebutuhan di lapangan, bukan semata-mata pada jenis kelamin.

Keterlibatan perempuan juga dapat menjadi contoh bagi generasi muda bahwa membantu sesama merupakan tanggung jawab bersama. Kepedulian dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti membantu tetangga yang membutuhkan, mendampingi kelompok rentan atau terlibat dalam kegiatan sosial komunitas.

Karena itu, aksi kemanusiaan perlu dipandang sebagai ruang bersama yang memberikan kesempatan setara kepada laki-laki dan perempuan. Ketika keduanya bergerak bersama, kepedulian tidak hanya menjadi tindakan individual, tetapi dapat berkembang menjadi kekuatan sosial yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....