Ritual Tatorbangan Torbang Perkuat Kebersamaan Masyarakat

  • 14 Sep 2026 01:08 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Ritual Tatorbangan di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, tidak hanya menjadi upaya mempertahankan tradisi leluhur, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

Kegiatan yang dikemas dalam Tatorbangan Ritual Culture 2026 tersebut berlangsung di Balai Desa Torbang, Sabtu 12 September malam Kemarin. Tradisi tersebut melibatkan pemerintah desa dan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan Pemerintah Desa Torbang dalam mempertahankan tradisi tersebut. keberadaan budaya lokal perlu dirawat bersama agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Tradisi seperti Ritual Tatorbangan merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terjaga dan lestari. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga dapat memperkuat kebersamaan dan mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” ujar Bupati. Minggu 13 September 2026.

Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam keberlanjutan tradisi daerah. Karena itu, anak muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam menjaga adat dan budaya yang berkembang di lingkungannya.

“Kami mendukung berbagai upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat. Semua itu merupakan kekayaan budaya yang perlu dijaga dan dirawat sebagai identitas daerah,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Tatorbangan Ritual Culture 2026 tidak hanya menyajikan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Masyarakat juga menyerahkan air suci serta hasil bumi dari enam dusun di Desa Torbang kepada Bupati Sumenep dan Kepala Desa Torbang, Muzanni.

Kepala Desa Torbang, Muzanni, mengatakan penyerahan hasil bumi tersebut merupakan simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang diperoleh selama setahun sekaligus bentuk penghormatan kepada pemerintah.

“Masyarakat menyerahkan hasil pertanian sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian kepada pemerintah, sekaligus ungkapan syukur atas hasil bumi yang dinikmati sepanjang tahun,” katanya.

Menurut Muzanni, pelestarian Ritual Tatorbangan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan tahunan. Tradisi tersebut diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi warga dari berbagai dusun untuk berkumpul dan membangun semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan desa.

“Kegiatan ini selain melestarikan dan merawat tradisi, juga menjadi wadah silaturahmi masyarakat Desa Torbang dalam rangka membangun desa bersama-sama,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....