KEI Diganjar Penghargaan, Dorong Penguatan Pembina Pramuka di Kepulauan Sumenep
- 12 Sep 2026 01:16 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Dukungan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) terhadap peningkatan kompetensi tenaga pendidik di wilayah kepulauan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur.
SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) dinilai berkontribusi dalam penguatan pendidikan kepramukaan melalui penyelenggaraan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi guru dan pembina Pramuka di Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken.
Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim kepada perwakilan KEI dalam Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis, 10 September 2026.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Sumenep Wahyu Kurniawan mengatakan, dukungan SKK Migas-KEI menjadi langkah penting dalam menambah jumlah tenaga pembina Pramuka, khususnya di wilayah kepulauan.
Menurut dia, kebutuhan pembina Pramuka di Sumenep masih cukup tinggi. Karena itu, pelatihan seperti KMD diperlukan agar kegiatan kepramukaan di satuan pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Program tersebut mampu menambah jumlah tenaga pembina Pramuka di Sumenep, sehingga upaya memajukan gerakan Pramuka dapat berjalan lebih maksimal," ujar Wahyu.
Ia menilai kolaborasi antara Kwarcab Pramuka dengan industri hulu migas tersebut memiliki arti penting. Sebab, dukungan terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui aspek ekonomi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia.
Wahyu bahkan menyebut dukungan tersebut sebagai bagian dari sejarah baru keterlibatan industri migas dalam pengembangan Gerakan Pramuka di wilayah kepulauan.
"Ini adalah wujud kontribusi konkret SKK Migas-KEI kepada masyarakat di wilayah Kepulauan Sapeken, dan satu-satunya pengusaha migas yang menginisiasi KMD ini bagi guru di kepulauan," katanya.
Kwarcab Pramuka Sumenep, lanjut dia, berencana membahas keberlanjutan program tersebut bersama pihak terkait. Hal itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan pembina Pramuka yang masih besar, terutama di wilayah kepulauan.
Wakil Bupati (Wabup) Sumenep KH Imam Hasyim mengapresiasi keterlibatan SKK Migas-KEI dalam pengembangan Gerakan Pramuka di Kepulauan Sapeken.
Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan yang beroperasi di wilayah Sumenep dapat mengambil peran dalam pembangunan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan.
"Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KEI yang telah mendukung Gerakan Pramuka di wilayah Kepulauan Sapeken. InsyaAllah bermanfaat untuk para guru di sana," kata Wabup.
Menurut dia, kontribusi perusahaan tidak harus berhenti pada pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Penguatan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda juga menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.
Imam berharap perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lain yang beraktivitas di Sumenep dapat mengambil peran serupa.
"Ke depannya, kami berharap KKKS yang beraktivitas di Sumenep juga bisa ikut berkontribusi untuk Pramuka," ujarnya.
Vice President Human Capital and Support KEI Iman Santoso menyambut positif penghargaan tersebut. Pihaknya mengatakan apresiasi dari Pemkab Sumenep dan Kwarcab Pramuka menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menjalankan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) secara tepat sasaran.
"Kami bersyukur dengan penghargaan ini. Ini menunjukkan bahwa aktivitas kami juga dipantau dan dirasakan langsung oleh para stakeholder," ujar Iman.
Imam berharap dukungan tersebut dapat terus berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
"Semoga motivasi ini selalu beriringan dengan niat tulus kita bersama. Kami atas nama manajemen sangat berterima kasih atas support-nya kepada SKK Migas-KEI," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan mengatakan peningkatan kapasitas pendidik di wilayah terluar merupakan bagian dari tanggung jawab sosial industri hulu migas.
Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan yang menyesuaikan kondisi geografis dan tantangan akses.
"Pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan memerlukan strategi khusus yang adaptif terhadap tantangan geografis," kata Anggono.
Dia mengatakan dukungan SKK Migas dan KEI melalui KMD bagi guru di Pagerungan Besar merupakan salah satu bentuk komitmen untuk memperluas akses peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Anggono menegaskan, industri hulu migas tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi, tetapi juga diharapkan dapat tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.
"Keberadaan operasional hulu migas di daerah juga diarahkan untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penguatan kapasitas SDM lokal, salah satunya melalui pembentukan karakter para tenaga pendidik," ujarnya.
Adapun KMD yang digelar Kwarcab Pramuka Sumenep bersama SKK Migas-KEI telah berlangsung di Pagerungan Besar pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah tenaga pendidik dari Gugus Depan (Gudep).
Program itu diharapkan tidak hanya menambah jumlah pembina Pramuka di wilayah kepulauan, tetapi juga memperkuat peran guru sebagai penggerak pendidikan karakter bagi peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....