RRI Tegaskan Komitmen Transformasi di HUT Ke-81
- 11 Sep 2026 08:35 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Radio Republik Indonesia (RRI) terus memperkuat transformasi untuk memastikan keberadaan lembaga penyiaran publik tetap relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala RRI Sumenep, Istikomah, saat membacakan pidato tertulis Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo dalam upacara peringatan HUT ke-81 RRI, Jumat, 11 September 2026, di halaman RRI Sumenep.
Dalam pidatonya, Hendrasmo menegaskan, memasuki usia ke-81, RRI harus terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Transformasi dinilai menjadi kebutuhan untuk menjaga relevansi RRI di tengah perubahan teknologi dan perilaku masyarakat.
“Transformasi bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan untuk memastikan RRI tetap relevan, dipercaya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi program siaran, konten, infrastruktur, maupun tata kelola lembaga,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu transformasi yang dilakukan RRI adalah penguatan multiplatform. Langkah ini diperlukan untuk meningkatkan relevansi dan dampak penyebaran informasi, seiring menurunnya jumlah pendengar radio dan berubahnya pola konsumsi informasi masyarakat.
Menurutnya, transformasi multiplatform juga harus diikuti peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai program pengembangan kapasitas.
“Transformasi yang harus kita lakukan itu ternyata mensyaratkan kita harus terus meningkatkan kompetensi atau capacity building,” katanya.
Berbagai pelatihan terus dilakukan, mulai dari pelatihan manajerial, multiplatform, belanja ide, pembelajaran mandiri tingkat satuan kerja, hingga uji kompetensi wartawan dan penyiar. Hingga kini, lebih dari 1.200 karyawan RRI telah mengikuti uji kompetensi tersebut.
Selain transformasi digital, RRI terus memperkuat kontribusi terhadap program prioritas nasional. Pada 2025, RRI mengangkat 18 tema siaran prioritas, di antaranya ekonomi kreatif, UMKM, ekonomi digital, dan ketahanan pangan.
Hendrasmo juga menegaskan posisi RRI sebagai media publik yang harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
“Melalui fungsi pelayanan publik, RRI harus memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh informasi, termasuk masyarakat di wilayah 3T,” katanya dengan tegas.

Dalam penguatan layanan, RRI juga memperluas jangkauan penyiaran melalui pembangunan enam lokasi baru pemancar FM pada 2025, yakni di Meulaboh, Sibolga, Surakarta, Palangka Raya, Mamuju, dan Tahuna.
Di bidang infrastruktur, optimalisasi pemancar pada 2025 mencapai 84 persen dari target 80 persen. RRI juga terus meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas birokrasi serta mempertahankan predikat Badan Publik Informatif selama tiga tahun berturut-turut, yakni 2023, 2024, dan 2025, dengan nilai 97,35 pada 2025.
Hendrasmo menyebut, seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh angkasawan-angkasawati RRI dan dukungan berbagai pihak.
“Tidak ada keberhasilan yang lahir dari kerja individu. Oleh karena itu, atas nama manajemen, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Kepala Satuan Kerja serta angkasawan-angkasawati RRI di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Ia mengingatkan seluruh jajaran RRI agar tidak cepat puas dengan capaian yang telah diraih. Perubahan teknologi, perilaku masyarakat, persaingan media, dan perkembangan multiplatform digital menuntut RRI untuk terus bergerak dan beradaptasi.
“Karena itu, mari kita terus berinovasi dan berkarya, perkuat kolaborasi dan sinergi, tingkatkan profesionalisme, dan jaga integritas,” pesannya.
Peringatan HUT ke-81 RRI tahun 2026 mengusung tema “Suara Indonesia: Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Melalui momentum tersebut, RRI berkomitmen menjadi media publik yang semakin dekat dengan masyarakat, adaptif terhadap teknologi, dan semakin besar kontribusinya bagi Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....