BPBD Sumenep Salurkan Air Bersih ke 11 Desa Kritis

  • 10 Sep 2026 06:03 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan kritis.

Kepala BPBD Sumenep Kamiluddin mengatakan, hingga Rabu 9 September 2026, terdapat 11 desa di empat kecamatan yang masuk kategori kering kritis.

Wilayah tersebut meliputi Desa Montorna, Prancak, Lebeng Barat, dan Campaka di Kecamatan Pasongsongan. Selanjutnya Desa Kombang dan Poteran di Kecamatan Talango, Desa Basoka dan Mandala di Kecamatan Rubaru, serta Desa Batuputih Daya, Batuputih Laok, dan Larangan Barma di Kecamatan Batuputih.

Menurut Kamiluddin, seluruh desa tersebut telah mendapatkan bantuan air bersih. Penyaluran dilakukan secara berkala karena kapasitas air dalam satu tangki dinilai dapat mencukupi kebutuhan warga selama beberapa hari.

"Setiap tangki membawa sekitar 5.000 liter air bersih yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan mandi," ujarnya, Kamis 10 September 2026.

Kamiluddin menyebutkan, ancaman kekeringan masih berpotensi meluas seiring berlangsungnya musim kemarau. BPBD bahkan telah menerima laporan dari Kecamatan Gayam yang mencakup Desa Pancor, Gendang Barat, dan Prambanan.

Untuk sementara, warga di tiga desa tersebut mendapatkan air dari sumber terdekat yang diangkut menggunakan kendaraan pikap dengan tandon berkapasitas sekitar 1.200 liter.

BPBD Sumenep juga tengah mengupayakan bantuan penanganan kekeringan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui skema Belanja Tak Terduga atau BTT.

Kamiluddin menambahkan, pemerintah daerah telah berupaya mencari sumber air melalui pengeboran. Namun, upaya tersebut tidak selalu berhasil karena sebagian sumber air yang ditemukan memiliki kualitas yang tidak layak untuk konsumsi.

Sementara itu, warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Moh Ali Rizqon berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara tepat waktu, mengingat masyarakat setempat sangat bergantung pada bantuan air selama musim kemarau.

Ia menyebut, keterbatasan sumber air di wilayahnya semakin terasa ketika kemarau mencapai puncaknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....