Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumenep Cermati Kategori Usaha

  • 08 Sep 2026 12:06 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep memperketat validasi klasifikasi usaha dalam hasil Sensus Ekonomi 2026. Ketepatan klasifikasi dinilai penting karena menentukan gambaran struktur ekonomi Kabupaten Sumenep.

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan kesalahan klasifikasi dapat memengaruhi hasil sensus. Kondisi tersebut berisiko membuat struktur ekonomi yang dihasilkan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Jangan sampai hasil pendataan di lapangan salah kategori, karena itu menentukan struktur ekonomi sementara,” kata Handoyo Wijoyo, Selasa, 8 September 2026.

Ia mencontohkan usaha perdagangan bahan makanan harus dicatat sebagai kegiatan perdagangan. Jika tercatat sebagai usaha penyediaan makanan dan minuman, data tersebut harus diklarifikasi dan diperbaiki.

Ketentuan yang sama berlaku untuk berbagai kegiatan ekonomi lainnya, termasuk pertanian dan industri. BPS memastikan klasifikasi usaha mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Handoyo menjelaskan pemeriksaan klasifikasi menjadi bagian dari validasi yang berlangsung hingga 15 September 2026. BPS memanfaatkan hasil tabulasi awal untuk menemukan data yang tidak sesuai atau masuk kategori anomali.

Selain klasifikasi usaha, BPS memeriksa sejumlah indikator lain dalam data hasil sensus. Salah satunya ketika pengeluaran usaha tercatat lebih besar daripada pendapatan sehingga perlu dikonfirmasi kepada responden.

“Selain anomali kategori usaha, pemeriksaan juga dilakukan terhadap sejumlah indikator lainnya," ujarnya, " Salah satunya ketika pengeluaran suatu usaha tercatat lebih besar daripada pendapatannya."

BPS juga memastikan pendataan dilakukan dengan mendatangi bangunan secara langsung. Bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha didata, sedangkan bangunan tempat tinggal digunakan untuk mendata keluarga dan aktivitas usaha anggota keluarga.

Handoyo mengatakan kondisi geografis Sumenep dan karakteristik responden menjadi tantangan yang perlu diantisipasi. Karena itu, proses validasi dilakukan untuk memastikan setiap data yang masuk benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

BPS Sumenep menargetkan hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menggambarkan kondisi usaha secara lebih akurat. Data tersebut diharapkan menjadi dasar yang lebih kuat untuk melihat struktur dan perkembangan perekonomian Kabupaten Sumenep.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....