Memahami Tanda Keberuntungan Hidup Dunia dan Akhirat

  • 05 Sep 2026 18:33 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Ustadz Hamidi, menyampaikan pesan mendalam mengenai hakekat keberuntungan seorang Muslim. Menurutnya, keberuntungan bukan diukur dari materi, melainkan keberhasilan dalam memperbaiki diri serta memberi manfaat bagi sesama.

"Pemikiran yang mengutip pandangan Imam Ibnu al-Qayyim ini menekankan pentingnya menjadikan kehidupan dunia sebagai ladang amal untuk dipetik hasilnya di akhirat kelak," jelasnya dalam Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sumenep, Sabtu, 5 September 2026.

Ia menjelaskan bahwa ilmu dan harta yang bertambah seharusnya diiringi dengan kerendahan hati serta sikap dermawan. Ilmu pengetahuan yang diperoleh hendaknya memunculkan rasa kasih sayang, bukan kesombongan. Begitu pula dengan rezeki, peningkatan materi sepatutnya mendorong rasa kepedulian untuk berbagi, karena di dalam harta yang dimiliki terdapat hak orang lain yang wajib ditunaikan.

Selain itu, pertambahan usia dan kedudukan juga menjadi ujian keberuntungan bagi seseorang. Ustadz Hamidi mengingatkan agar semakin bertambahnya umur tidak memunculkan sifat tamak atau ketakutan kehilangan dunia. Jabatan yang diemban pun pada dasarnya merupakan amanah dan sarana untuk melayani masyarakat, bukan alasan untuk bersikap tinggi hati atau menjauhi sesama.

Pesan ini diharapkan menjadi bahan refleksi bersama agar umat Islam senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan. Melalui pemahaman yang tepat, setiap individu dapat terus meningkatkan kualitas amal dan rasa takut kepada Allah SWT.

"Kedekatan dengan masyarakat serta keikhlasan dalam berbuat baik menjadi kunci utama mencapai kebahagiaan yang hakiki," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....