Bagas Raih Juara Video Kreatif Nasional

  • 04 Sep 2026 21:46 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Mahasiswa Universitas Wiraraja Sumenep, Bagas Satrio Pramana Putra, berhasil meraih juara pertama Lomba Video Kreatif Nasional dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian. Prestasi tersebut diraih melalui karya video yang mengangkat perjuangan dan aktivitas para petani.

Bagas yang merupakan mahasiswa semester tiga Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Wiraraja mengaku awalnya mengetahui informasi lomba dari media sosial. Meski harus membagi waktu dengan aktivitas perkuliahan dan tugas lainnya, ia bersama tim memutuskan mengikuti kompetisi tersebut.

“Awalnya saya masih berpikir karena ada tugas kuliah dan proyek lainnya. Setelah melihat ada waktu luang untuk memproduksi video, akhirnya saya memutuskan ikut,” ujar Bagas.

Dalam proses produksinya, Bagas bersama tim membutuhkan waktu sekitar empat hari. Tiga hari digunakan untuk pengambilan gambar di sejumlah lokasi di Sumenep, sementara satu hari dimanfaatkan untuk proses penyuntingan. Mereka mencari sejumlah aktivitas pertanian, mulai dari petani sayur, padi, jagung, hingga pertanian skala rumahan.

Menurut Bagas, tantangan utama dalam pembuatan karya tersebut adalah membagi waktu antara perkuliahan dan proses produksi. Ia harus menyesuaikan jadwal pengambilan gambar dengan kegiatan kuliah serta ketersediaan lokasi dan objek yang akan direkam.

“Yang lumayan sulit itu mengatur waktu. Sepulang kuliah saya harus mengambil gambar untuk beberapa bagian, jadi harus menyesuaikan waktunya,” katanya.

Konsep video tidak hanya menampilkan gambar sinematik dan narasi, tetapi juga menghadirkan wawancara dengan petani. Langkah tersebut dilakukan agar pesan mengenai perjuangan petani dapat disampaikan secara langsung dan lebih dekat dengan penonton.

Bagas menjelaskan, ide tersebut muncul setelah dirinya dan tim melihat aktivitas petani serta mempertimbangkan pesan yang ingin disampaikan dalam video. Mereka ingin mengajak masyarakat lebih menghargai hasil pertanian dan perjuangan petani dalam menyediakan pangan.

“Awalnya kami hanya berpikir membuat video sinematik dengan dubbing. Kemudian muncul ide untuk berbicara langsung dengan petani agar pesan yang disampaikan benar-benar berasal dari mereka,” jelasnya.

Dalam produksi, Bagas berperan dalam pengambilan gambar dan penyuntingan, sementara rekannya lebih banyak menangani konsep, model, dan dubbing. Untuk penyuntingan, Bagas menggunakan aplikasi yang dinilai lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan produksi.

Ia mengaku sempat tidak yakin dapat menjadi juara karena menilai terdapat karya peserta lain yang menurutnya memiliki kualitas bagus. Namun, proses dan hasil kerja bersama tim akhirnya membawa mereka meraih posisi pertama.

Bagi Bagas, kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang videografi. Ia mengaku telah mengikuti berbagai lomba sejak duduk di bangku SMA dan aktif mencoba berbagai bentuk karya kreatif.

Ke depan, mahasiswa asal Kalianget Barat tersebut menargetkan dapat mengembangkan kemampuan hingga terlibat dalam produksi film serta memiliki studio kreatif sendiri. Ia berharap pengalaman mengikuti berbagai kompetisi dapat menjadi bekal untuk menghasilkan karya yang lebih besar dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....