Program Ketahanan Pangan di Sekolah Sumenep Terus Dikembangkan

  • 25 Agt 2026 11:58 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Program ketahanan pangan di sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus dikembangkan dengan menyesuaikan potensi dan kondisi lahan masing-masing sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Rusliy, mengatakan pengembangan program tersebut tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga mencakup peternakan, perikanan, dan perkebunan.

Menurutnya, sejumlah sekolah mulai memperluas kegiatan dengan menambah tanaman produktif, termasuk rencana penanaman sekitar 40 hingga 50 bibit pepaya California di salah satu lahan sekolah.

"Jadi di sana lengkap, ada pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Perkebunan yang sebelumnya sudah ada sekarang akan dikembangkan lagi," ujar Rusliy.

Ia menjelaskan, penerapan program disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. SMA Negeri 1 Sumenep, misalnya, tengah menyiapkan lahan baru di sisi selatan sekolah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.

Sementara SMA Negeri 2 Sumenep mengembangkan kegiatan pada lahan yang terbatas dengan memanfaatkan bagian atas bangunan. Adapun SMA Plus Miftahul Ulum dan SMK Kesehatan juga mulai mengembangkan kegiatan serupa secara bertahap.

Rusliy menambahkan, konsep pertanian berbasis teknologi juga mulai diterapkan melalui sistem hidroponik. SMA Nahdlatul Ulama, misalnya, memanfaatkan polybag dan hidroponik, sekaligus mengembangkan budidaya ikan sebagai bagian dari kegiatan ketahanan pangan sekolah.

"Kalau lahannya memungkinkan, sekolah bisa mengambil satu jenis kegiatan, dua jenis, bahkan empat jenis. Ini disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing sekolah," katanya.

Selain pengembangan internal, sekolah juga mulai membangun sinergi dengan penyuluh pertanian dan kehutanan. Rusliy menyebut SMA Darul Ulum di Tamidung telah mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian dan kehutanan dalam mengembangkan program tersebut.

Hasil kegiatan ketahanan pangan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan program. Sekolah memfasilitasi peserta didik dalam memasarkan hasil produksi, sementara sebagian hasilnya dapat digunakan kembali untuk membeli bibit maupun menambah kebutuhan peternakan.

Rusliy berharap pengembangan ketahanan pangan di lingkungan sekolah tidak hanya menjadi kegiatan pendukung pembelajaran, tetapi juga membentuk keterampilan dan kemandirian peserta didik sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....