Kemenag Ajak Masyarakat Momentum Maulid Nabi jadi Refleksi Moral dan Aksi Nyata
- 24 Agt 2026 12:45 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 25 Agustus 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep mengajak umat Islam untuk menjadikan momen ini lebih dari sekadar tradisi seremonial tahunan.
Peringatan ini diharapkan menjadi momentum perenungan mendalam guna menghadirkan kembali risalah dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Sumenep, Moh. Mabrur, menyampaikan bahwa meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sangat relevan untuk diterapkan di era modern saat ini. Hal tersebut,
menurutnya, dapat diwujudkan dengan mengintegrasikan sifat siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas) dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam memberikan pelayanan publik dan berinteraksi sosial.
"Keteladanan Nabi harus kita jadikan sebagai benteng moral di tengah derasnya arus digitalisasi dan dinamika sosial masyarakat," ujar Mabrur, Senin 24 Agustus 2026.
Sebagai bagian dari tugas dan fungsinya, Seksi Bimas Islam Kemenag Sumenep berkomitmen untuk memperkuat pembinaan umat melalui optimalisasi peran Kantor Urusan Agama (KUA), para penyuluh agama di setiap kecamatan, serta berbagai lembaga keagamaan.
Mabrur menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Maulid Nabi ke dalam wujud aksi nyata di tengah masyarakat. Aksi nyata tersebut direalisasikan melalui penguatan literasi keagamaan yang sejuk dan damai, program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan zakat dan wakaf, serta pendampingan untuk mewujudkan keluarga sakinah.
Lebih lanjut, Mabrur memandang peringatan Maulid Nabi sebagai momentum pengisian kembali (recharging) spiritual dan moral umat. Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak hanya larut dalam kemeriahan pembacaan selawat, tetapi juga fokus pada substansi perilaku keseharian Rasulullah untuk dijadikan pedoman hidup.
Kemenag Sumenep juga memberikan perhatian khusus pada peran para dai, penceramah, dan tokoh masyarakat selama perayaan Maulid berlangsung.
"Kami mengimbau para dai dan penceramah untuk memanfaatkan mimbar-mimbar Maulid guna menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan, mempererat persaudaraan atau ukhuwah, serta menjauhi narasi-narasi yang dapat memecah belah umat," tegasnya.
Di akhir penjelasannya, Moh. Mabrur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 Hijriah ini sebagai pijakan dalam membangun Kabupaten Sumenep yang lebih berakhlak, damai, dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....