Ketua Komunitas Warga Kepulauan Sumenep Soroti Dampak Gelombang Tinggi
- 23 Agt 2026 16:09 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Gelombang tinggi yang terjadi di perairan Sumenep berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran menuju sejumlah wilayah kepulauan. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap distribusi kebutuhan pokok dan meningkatkan biaya angkutan barang.
Ketua Komunitas Warga Kepulauan Sumenep, Safiudin, mengatakan gelombang tinggi sesuai peringatan BMKG bisa memengaruhi pelayaran kapal penumpang, kapal pengangkut barang, hingga perahu-perahu kecil.
Menurutnya, apabila gangguan pelayaran berlangsung cukup lama, ketersediaan bahan pokok di sejumlah kepulauan seperti Kangean, Sapeken, Raas, Gili Iyang, dan Masalembu dapat ikut terdampak.
“Akibat tidak berangkatnya kapal, tentu ada peningkatan biaya angkut. Truk atau pikap yang seharusnya memuat barang ke kapal harus standby di Kalianget,” ujar Safiudin, Minggu 23 Agustus 2026.
| Baca juga: RRI Sumenep Launching RRI Fest 2026 |
Ia menjelaskan, kendaraan pengangkut yang sudah membawa barang ke Pelabuhan Kalianget tidak mungkin langsung mengembalikan muatannya ke toko. Kondisi tersebut membuat pemilik kendaraan tetap menanggung biaya selama menunggu keberangkatan kapal.
“Inilah salah satu kerugian terhadap masyarakat kepulauan akibat dampak gelombang atau angin yang berpotensi tinggi,” katanya.
Safiudin berharap kondisi cuaca dan kelancaran pelayaran menuju kepulauan menjadi perhatian, mengingat transportasi laut berperan penting dalam menjaga distribusi barang dan kebutuhan pokok masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....