Kemenag Dorong Pemimpin Madrasah Jadi Role Model Perubahan

  • 22 Agt 2026 12:24 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan agenda Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah guna meningkatkan kualitas tata kelola lembaga pendidikan. difokuskan untuk mencetak para pemimpin madrasah yang adaptif terhadap dinamika pendidikan masa kini.

Peserta yang dilibatkan dalam program ini mencakup para Kepala Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Seluruh peserta tersebut berasal dari empat wilayah kecamatan, yakni Pasongsongan, Ambunten, Dasuk, dan Dungkek.Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Sugiyo.

Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan tanda identitas kepada perwakilan peserta, yang turut didampingi oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, beserta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Edy Hariyanto.

Sugiyo memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, peningkatan kapasitas pimpinan merupakan elemen fundamental untuk menciptakan tata kelola madrasah yang profesional dan penuh inovasi.

"Pemimpin madrasah harus tanggap terhadap tantangan zaman. Saya berharap para kepala madrasah dapat terus memacu kompetensinya, memperkuat kolaborasi, serta bertindak selaku pemimpin pembelajaran yang sanggup melahirkan institusi yang berdaya saing dan unggul," ujar Sugiyo. Sabtu 22 Agustus 2026.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kankemenag Sumenep, Abdul Wasid, menyoroti posisi kepala madrasah sebagai figur sentral penentu arah kemajuan lembaga.

Ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus mampu memosisikan diri sebagai teladan bagi para guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. bahkan ia juga menekankan pentingnya karakter muslih atau agen perbaikan bagi seorang kepala madrasah.

“Kepala madrasah wajib menjadi sosok pembawa perubahan positif. Segala hal yang sebelumnya kurang optimal harus dibenahi melalui keteladanan, dedikasi, serta kepemimpinan yang berlandaskan integritas,” katanya.

Sebagai penutup, ia menaruh harapan besar agar pemahaman yang diperoleh dari kegiatan ini tidak sekadar menjadi teori di atas kertas. Penguatan kompetensi tersebut harus segera diwujudkan dalam bentuk perbaikan sistem pengelolaan madrasah yang lebih berkualitas, tepercaya, dan berpusat pada kepuasan layanan pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....