Pemkab Sumenep Perkuat Layanan Pendidikan dan Kesehatan
- 21 Agt 2026 01:00 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep: Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi perhatian dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Kebijakan tersebut disiapkan sebagai tindak lanjut atas masukan fraksi-fraksi DPRD.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengatakan pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan akses pelayanan dasar masyarakat.
Di bidang pendidikan, Pemkab Sumenep menganggarkan rehabilitasi dan pembangunan 116 sekolah di wilayah daratan serta 66 sekolah di wilayah kepulauan.
Selain itu, pemerintah menyiapkan peningkatan kompetensi bagi 105 guru sekolah dasar dan pendidikan calon kepala sekolah yang diikuti 198 peserta. Insentif juga diberikan kepada 5.050 guru non-ASN, non-P3K, dan non-sertifikasi.
"Pemerintah daerah terus melakukan intervensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, baik melalui pemenuhan sarana prasarana maupun peningkatan kompetensi tenaga pendidik," ujar Imam Hasyim, Kamis 20 Agustus 2026.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah memastikan keberlanjutan program Universal Health Coverage atau UHC. Cakupan kepesertaan jaminan kesehatan di Kabupaten Sumenep disebut mencapai 99,94 persen dari total penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta JKN sebesar 86,30 persen.
Pemkab juga memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan melalui peningkatan sarana dan prasarana puskesmas serta penguatan layanan RSUD Abuya Kangean, termasuk pemenuhan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung.
"Pelayanan kesehatan di daratan dan kepulauan terus menjadi perhatian pemerintah daerah agar masyarakat memperoleh akses layanan yang semakin baik," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....