lewat Program KEI, Green House di Alas Malang Jadi Motor Pertanian Modern
- 20 Agt 2026 12:24 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Keterbatasan lahan dan tingginya ketergantungan terhadap pasokan sayuran dari luar pulau menjadi tantangan bagi masyarakat Desa Alas Malang, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Menjawab tantangan tersebut, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) mendorong pengembangan pertanian modern melalui pemanfaatan green house di Desa Alas Malang.
Program ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas hortikultura, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk mengembangkan budidaya pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala Desa Alas Malang, Samiuddin, mengembangkan pemanfaatan green house tersebut bersama kelompok tani, BUMDes dan kader PKK. Kolaborasi juga diperkuat dengan keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Ibrahimy (UNIB) Situbondo.
Mahasiswa KKN mendapat pembelajaran langsung mengenai praktik pertanian modern, mulai dari pembuatan media tanam, penyemaian bibit, teknik penanaman, perawatan tanaman hingga pengendalian hama.
Pengetahuan tersebut kemudian diharapkan dapat ditularkan kepada masyarakat dan petani di Desa Alas Malang.
"Kami mengembangkan pertanian ini bersama kelompok tani, BUMDes dan kader PKK. Pertanian modern diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan budidaya dengan lebih mudah dan efektif," kata Samiuddin, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pengembangan pertanian melalui program PPM SKK Migas–KEI dinilai strategis karena sebagian kebutuhan sayuran dan tanaman hortikultura masyarakat Alas Malang masih didatangkan dari Sumenep dan wilayah sekitarnya.
"Cabai dan tomat menjadi contoh komoditas yang selama ini masih banyak bergantung pada pasokan dari luar wilayah," katanya.
Melalui green house, masyarakat mulai belajar membudidayakan sejumlah komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan dibutuhkan sehari-hari, seperti cabai, tomat dan melon.
Bagi pemerintah desa, program tersebut bukan semata membangun fasilitas pertanian. Yang lebih penting adalah membangun kemampuan masyarakat agar dapat mengelola dan mengembangkan pertanian secara mandiri.
Kehadiran mahasiswa KKN UNIB turut memperkuat proses transfer pengetahuan tersebut. Mahasiswa menjadi bagian dari proses belajar bersama sekaligus membantu memperkenalkan praktik pertanian modern kepada masyarakat.
Samiuddin berharap dukungan melalui program PPM SKK Migas–KEI dapat menjadi pemicu tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi desa.
"Kami berharap kesadaran masyarakat semakin kuat untuk merespons dan menerapkan pertanian modern. Target kami, Alas Malang ke depan dapat menjadi salah satu lumbung swasembada pangan," ujar Samiuddin.
Dengan pendekatan pemberdayaan, green house di Alas Malang diharapkan tidak berhenti sebagai proyek pembangunan fasilitas. Keberadaannya diarahkan menjadi pusat pembelajaran, produksi dan pengembangan kapasitas petani.
Program PPM SKK Migas–KEI pun menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat Desa Alas Malang agar semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis pertanian di wilayah kepulauan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....