Tarik Tambang Ajarkan Siswa Pasongsongan Makna Perjuangan

  • 18 Agt 2026 06:15 WIB
  •  Sumenep

Tarik Tambang Ajarkan Siswa Pasongsongan Makna Perjuangan

RRI.CO.ID, Sumenep — Lapangan Sawunggaling, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, dipenuhi sorak-sorai siswa SD/MI, Senin 17 Agustus 2026. Seusai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, semangat perayaan dilanjutkan melalui lomba tarik tambang yang digelar Koordinator Bidang Olahraga Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kecamatan Pasongsongan.

Lomba tersebut diikuti siswa dari berbagai SD/MI se-Kecamatan Pasongsongan. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai kekompakan, sportivitas, keberanian, strategi, dan kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Koordinator Lomba Bidang Olahraga, Miftahul Ulum, mengatakan lomba tarik tambang juga menjadi wadah untuk menggali potensi siswa di bidang olahraga. Menurutnya, kegiatan serupa penting dilakukan karena lomba tarik tambang juga kerap digelar pada tingkat Kabupaten Sumenep.

“Selain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, lomba tarik tambang ini juga bisa menjadi ajang untuk mencari potensi siswa SD/MI,” ujarnya.

Miftahul Ulum yang juga Kepala SDN Prancak III menilai kegiatan olahraga sejak usia sekolah dasar dapat membantu membentuk karakter siswa. Melalui perlombaan, anak-anak belajar bekerja sama, mematuhi aturan, menghargai lawan, mengendalikan emosi, serta menerima kemenangan dan kekalahan secara sportif.

Sementara itu, perwakilan KKKS Kecamatan Pasongsongan sekaligus Koordinator Lomba Bidang Seni, Agus Sugianto, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarsiswa. Ia menilai tarik tambang memiliki filosofi bahwa gerakan mundur tidak selalu berarti kekalahan.

“Kami berharap lomba tarik tambang ini menjadi ajang silaturahmi antarsiswa tingkat dasar se-Kecamatan Pasongsongan. Dari lomba ini kita juga bisa belajar sebuah filosofi bahwa tidak selamanya yang bergerak ke depan akan menjadi pemenang. Ada kalanya kita harus bergerak ke belakang untuk bisa menjadi pemenang,” tuturnya.

Menurut Agus, filosofi tersebut mengajarkan bahwa dalam perjuangan seseorang terkadang perlu mundur sejenak untuk menyusun strategi, memperkuat pijakan, dan kembali bergerak lebih kuat. Pesan itu dinilai relevan dengan kehidupan, bahwa mundur bukan berarti menyerah selama tetap menjaga tujuan dan semangat perjuangan.

Lomba tarik tambang di Lapangan Sawunggaling akhirnya tidak sekadar menjadi permainan dalam peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi siswa tentang kebersamaan, sportivitas, dan pentingnya kekuatan kolektif. Melalui seutas tali yang ditarik bersama, mereka belajar bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan individu, tetapi juga kekompakan dan kemampuan menjaga tujuan bersama.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....