Tim PKM Unija dan Kopdas Sumenep Susun Modul Ecoprint untuk ODGJ

  • 14 Agt 2026 15:10 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Wiraraja bersama Komunitas Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa Sumenep (Kopdas) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan modul Ecoprint Occupational Therapy. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program terapi kerja bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sumenep.

Program ini juga merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat) yang berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk tahun anggaran 2026

FGD tersebut menghadirkan sejumlah pakar kesehatan jiwa dan praktisi yang terlibat dalam pengembangan modul. Mereka terdiri dari Psikolog Fatriana, S.Psi., M.Psi., dokter spesialis jiwa Dr. dr. Utomo, Sp.KJ., M.Kes., Ketua Kopdas Sumenep dr. Laos Susantina, Kepala Puskesmas dr. Suliaha Riningsih, M.Si., perawat jiwa Moh. Erfandi, S.Kep., Ns., serta tim dosen dan mahasiswa Universitas Wiraraja.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pelatihan Ecoprint Occupational Therapy yang sebelumnya digelar Tim PKM Universitas Wiraraja bersama Kopdas Sumenep. Program tersebut bertujuan membekali relawan agar mampu mendampingi ODGJ melalui terapi kerja berbasis kreativitas.

Ketua Kopdas Sumenep, dr. Laos Susantina, menegaskan bahwa kepedulian seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan ODGJ agar kembali berdaya dan produktif. Melalui terapi kerja ecoprint, para Sahabat Jiwa diharapkan memiliki ruang untuk berkarya sekaligus meningkatkan keterampilan.

"Dalam FGD tersebut, para peserta membahas penyusunan materi modul yang meliputi proses skrining peserta terapi, tahapan pelaksanaan occupational therapy, hingga teknik pembuatan ecoprint menggunakan bahan alam. Modul ini nantinya akan menjadi panduan bagi relawan dan pendamping dalam melaksanakan terapi kerja bagi ODGJ secara terstruktur dan berkelanjutan," ujarnya, Jumat 14 Agustus 2026.

Ketua Tim PKM Universitas Wiraraja, Dr. Eko Mulyadi, S.Kep., Ns., M.Kep., berharap modul yang disusun dapat menjadi acuan bagi para relawan dalam memberikan pendampingan yang tepat kepada ODGJ. Dengan adanya panduan yang terstandar, proses terapi diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

"Melalui kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan komunitas, program Ecoprint Occupational Therapy diharapkan mampu mendukung pemulihan psikososial ODGJ sekaligus meningkatkan kemandirian mereka melalui kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomi." katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....