Dandim Sumenep Pastikan 5 Sumur Bor di Raas Tak Sekadar Dibangun, Air Harus Mengalir
- 14 Agt 2026 00:21 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pembangunan sumur bor untuk masyarakat Kepulauan Raas tak berhenti pada seremoni peresmian. Begitu mengikuti peresmian sumber air bersih secara virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada langsung turun mengecek kondisi lima titik sumur bor, Kamis, 13 Agustus 2026.
Bagi Dandim, ukuran keberhasilan program bukan sekadar sumur selesai dibangun. Yang lebih penting, air benar-benar keluar, dapat digunakan, dan menjawab kebutuhan warga.
“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Yang paling penting bukan hanya sumurnya selesai dibangun, tetapi airnya bisa dimanfaatkan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Letkol Inf Citra Persada.
Bersama rombongan, Dandim meninjau lima lokasi, yakni Pondok Pesantren Kasyfudduja di Desa Brakas, Desa Poteran, Desa Karang Nangka, Pondok Pesantren Sirojul Akhyar, serta kawasan persawahan di Desa Alas Malang.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas yang dibangun melalui program Bakti TNI AD tersebut benar-benar berfungsi dan sesuai peruntukannya.
Kebutuhan air di setiap lokasi pun berbeda. Di lingkungan pesantren, sumur bor diharapkan menopang kebutuhan santri serta aktivitas pendidikan dan keseharian pesantren. Sementara di kawasan persawahan, keberadaan sumber air diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan.
“Raas ini wilayah kepulauan. Ketersediaan air sangat penting. Karena itu kami berharap fasilitas ini dijaga bersama, dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu panjang,” katanya.
Lima titik tersebut menjadi bagian dari upaya Bakti TNI AD membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Kehadirannya diharapkan bukan hanya meringankan kebutuhan warga, tetapi juga mendukung aktivitas pesantren dan pertanian.
Turunnya Dandim secara langsung ke lapangan menjadi bagian dari pengawasan agar pembangunan tidak berhenti sebagai proyek fisik. Kondisi sumber air, pemanfaatan, hingga keberlanjutan fasilitas menjadi perhatian setelah pembangunan rampung.
Dari lingkungan pesantren hingga hamparan persawahan, lima sumur bor di Raas kini diharapkan benar-benar menjadi sumber kehidupan. Sebab, bagi warga kepulauan, sumur yang selesai dibangun baru berarti ketika airnya mengalir dan manfaatnya bisa dirasakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....