BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

  • 12 Agt 2026 13:45 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo Sumenep mengingatkan masyarakat terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan Madura selama puncak musim kemarau.

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengatakan angin timuran masih bertiup cukup aktif di wilayah Madura dan diperkirakan semakin dominan selama Agustus hingga September.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan karakteristik musim kemarau yang perlu diperhatikan, terutama oleh masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.

“Angin timuran yang sekarang bertiup ini masih aktif. Seperti ciri khasnya, pada Agustus-September nanti menjadi puncak musim timuran,” ujar Ari. Rabu 12 Agustus 2026.

Ia mengatakan potensi angin kencang dan gelombang tinggi masih terbuka, termasuk hingga awal Oktober seiring pengaruh musim kemarau yang masih berlangsung. BMKG juga terus memantau perkembangan sejumlah sistem siklon tropis di wilayah Pasifik. Saat ini terdapat beberapa sistem yang terpantau, meskipun posisinya masih cukup jauh dari wilayah Indonesia.

Ari menjelaskan, apabila sistem tersebut berkembang dan bergerak ke wilayah perairan selatan Indonesia, dampaknya terhadap kondisi cuaca di Madura perlu diwaspadai. Namun, saat ini belum dapat dipastikan karena pergerakannya masih jauh.

Selain faktor angin, kondisi geografis Sumenep yang memiliki banyak pulau juga membuat karakteristik cuaca dan kondisi perairannya lebih kompleks dibandingkan wilayah laut terbuka.

“Karena itu, masyarakat pesisir dan nelayan diminta tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat berangkat, tetapi juga memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini BMKG,” katanya.

Ari menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan meskipun saat ini masyarakat tengah menikmati musim kemarau, terutama bagi petani garam dan tembakau yang memanfaatkan kondisi cuaca kering untuk produksi.

BMKG mengimbau masyarakat rutin memantau informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut maupun wilayah terbuka guna mengurangi risiko akibat angin kencang dan gelombang tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....