Dari Taman Bacaan, FTBM Sumenep Bangun Ekosistem Literasi
- 07 Agt 2026 16:26 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Gerakan literasi di Kabupaten Sumenep tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat membaca buku. Taman bacaan masyarakat (TBM) juga dituntut berkembang menjadi ruang belajar, berkarya, dan berkolaborasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sumenep setelah kepengurusan organisasi tersebut resmi terbentuk pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Ketua FTBM Sumenep, Mahfud, mengatakan pihaknya ingin menjadikan forum tersebut sebagai ruang kolaborasi bagi pengelola TBM dan komunitas literasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kegiatan pembelajaran.
“Melalui berbagai program literasi, FTBM diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” kata Mahfud, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut dia, penguatan literasi tidak hanya dilakukan melalui aktivitas membaca dan menulis. FTBM Sumenep juga akan mendorong kegiatan seperti pelatihan literasi, kelas kreatif, pendampingan komunitas baca, festival literasi, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai media edukasi.
Langkah tersebut dinilai penting karena perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Karena itu, gerakan literasi juga perlu membekali masyarakat dengan kemampuan belajar dan mengolah informasi secara kreatif.
FTBM Sumenep akan memperkuat jejaring antartaman bacaan dan komunitas agar berbagai kegiatan literasi tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya juga akan didorong untuk memperluas jangkauan program.
Ketua FTBM Jawa Timur, Jauharul, berharap kepengurusan baru di Sumenep mampu menghadirkan gerakan literasi yang lebih masif dan berkelanjutan.
“Semangat kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat Sumenep yang semakin gemar membaca, kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” ujar Jauharul.
Dengan pendekatan tersebut, keberadaan TBM diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi berkembang menjadi ruang publik untuk belajar, bertukar gagasan, dan melahirkan kreativitas masyarakat.
Pelantikan kepengurusan FTBM Sumenep sendiri dilakukan oleh Pengurus Wilayah FTBM Jawa Timur melalui Zoom Meeting dan dihadiri pegiat literasi, pengelola TBM, komunitas, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....