Kader Perempuan Didorong Aktif Lawan Kekerasan Seksual

  • 09 Agt 2026 12:45 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Persoalan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan serta anak menjadi perhatian dalam materi Sekolah Kader Kopri (SKK) V Korps PMII Putri (Kopri) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sumenep yang digelar Kamis, 6 Agustus 2026, di Lantai 1 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep. Materi dalam kegiatan kaderisasi tersebut mendorong kader perempuan tidak hanya memahami persoalan secara teoritis, tetapi mampu membaca realitas sosial dan mengambil peran dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Ketua Kopri Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, Khalisatul Hasanah, mengatakan kaderisasi perempuan harus diarahkan pada penguatan kapasitas intelektual sekaligus kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan. Menurutnya, kader Kopri perlu memiliki keberanian untuk hadir di tengah masyarakat, membaca kondisi sosial, serta mengambil bagian dalam penyelesaian berbagai persoalan yang menyangkut kehidupan dan martabat manusia.

Khalisatul menilai pelecehan seksual masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius, termasuk di Kabupaten Sumenep. Ia mendorong kader Kopri untuk berperan dalam upaya pencegahan dan penanganan melalui gerakan yang nyata dan berkelanjutan. Selain itu, persoalan stunting juga perlu mendapat perhatian kader karena berkaitan dengan kualitas kesehatan, tumbuh kembang anak, serta masa depan masyarakat.

Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hj. Ansari, S.Pd.I, menilai kader perempuan memiliki posisi strategis dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak. Menurutnya, kasus kekerasan seksual maupun kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk gerakan mahasiswa yang memiliki kedekatan dengan masyarakat dan dapat mendorong perubahan melalui kerja-kerja sosial.

Ia mendorong kader Kopri membangun gerakan melalui advokasi, audiensi, edukasi, hingga aksi sosial yang berpihak kepada korban dan kelompok rentan. Kader juga diharapkan mampu mengawal kebijakan serta memberikan pendampingan kepada masyarakat, sehingga gerakan organisasi tidak berhenti pada pemahaman persoalan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret yang dapat memberikan dampak langsung bagi korban dan masyarakat.

Ketua Kopri Pengurus Cabang (PC) PMII Sumenep, Yuliana Putri, menegaskan isu perempuan dan anak akan terus menjadi bagian dari agenda gerakan organisasinya. Menurutnya, kader, khususnya peserta SKK V, memiliki tanggung jawab untuk mengawal persoalan pelecehan seksual, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta berbagai persoalan sosial lainnya. Komitmen tersebut diarahkan untuk membangun gerakan yang mampu memberikan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat.

Penguatan perspektif gender dan nilai kemanusiaan melalui SKK V diharapkan membentuk kader perempuan yang kritis, progresif, dan mampu menjadi pelopor perubahan sosial. Melalui kemampuan membaca persoalan, membangun jejaring, melakukan advokasi, serta mendorong kebijakan yang berpihak kepada kelompok rentan, kader Kopri diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Sumenep yang aman, inklusif, bermartabat, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....