PBH Jatim : Semarak Agustusan, Investasi Karakter Bangsa

  • 06 Agt 2026 11:34 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia setiap bulan Agustus yang diwarnai bendera Merah Putih, perlombaan rakyat, hingga upacara bendera dinilai memiliki makna mendalam. Peringatan tersebut bukan sekadar hiburan atau agenda seremonial semata, melainkan momentum penting untuk meneguhkan nilai kebangsaan dan nasionalisme.

Hal tersebut disampaikan oleh Associate Pusat Kajian dan Bantuan Hukum Jawa Timur (PBH JATIM), Qudsiyanto, S.H., M.H. Menurutnya, kemeriahan ruang publik yang dihiasi simbol-simbol negara dan kegiatan kemasyarakatan sesungguhnya berlandaskan aturan konstitusi.

"Penghormatan terhadap bendera negara sebagaimana diatur dalam Pasal 35 Undang-Undang Dasar 1945 merupakan wujud khidmat atas perjuangan para pendiri bangsa (founding fathers)," ujar Qudsiyanto, Kamis 06 Agustus 2026.

Ia menjelaskan bahwa penghargaan terhadap nilai pengorbanan para pahlawan juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Menurutnya, momentum 17-an menjadi ajang bagi generasi muda untuk memberikan penghargaan serta memanjatkan rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih melalui pengorbanan ribuan jiwa.

Qudsiyanto merinci sedikitnya ada empat nilai utama kebangsaan yang terkandung di balik semarak peringatan kemerdekaan:

  1. Nasionalisme dan Cinta Tanah Air: Berbagai kegiatan lomba dan karnaval menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Hal ini merefleksikan Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga mengenai kebebasan dan cita-cita luhur bangsa.

  2. Gotong Royong dan Persatuan: Persiapan acara, kerja bakti lingkungan, hingga keswadayaan warga dalam menyemarakkan kegiatan menjadi wadah nyata yang mempererat tali persatuan dan kemanusiaan.

  3. Disiplin dan Sportivitas: Kedisiplinan dalam upacara bendera serta sikap sportif dalam perlombaan mendidik masyarakat, khususnya generasi muda, untuk taat aturan dan berkarakter.

  4. Penghormatan Jasa Pahlawan: Prosesi mengheningkan cipta, renungan suci, hingga tasyakuran dan doa bersama menjadi sarana spiritual untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.

Lebih lanjut, Associate PBH Jatim ini menekankan, rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan pada dasarnya merupakan bentuk investasi karakter bangsa yang sarat edukasi sejarah, penguatan toleransi, dan aksi sosial bermasyarakat. Peringatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pesta rakyat sesaat, melainkan menjadi perwujudan nyata nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari.

"Kemerdekaan bukan untuk dirayakan sekali, tapi untuk diperjuangkan setiap hari," ujar Qudsiyanto menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....