Penumpang KM Mutiara Sentosa II Selamat Berkat Jaket Pelampung

  • 04 Agt 2026 11:33 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Jaket pelampung menjadi penyelamat Edi Mulyadi, penumpang KM Mutiara Sentosa II asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat kapal yang ditumpanginya terbakar di Perairan Utara Kabupaten Sumenep, pada Minggu 2 Agustus 2026 Kemarin. Meski mengaku tidak dapat berenang, ia berhasil bertahan di tengah laut hingga akhirnya dievakuasi tim penyelamat.

Saat ditemui di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget, tempat dirinya menjalani perawatan, Edi menceritakan detik-detik ketika kebakaran terjadi. Ia mengaku sedang tertidur di dalam kapal sebelum terbangun akibat kepanikan penumpang yang berlarian menyelamatkan diri.

Melihat kobaran api yang semakin membesar, Edi segera mengenakan jaket pelampung. Tanpa memiliki banyak pilihan, ia memutuskan melompat ke laut meski tidak memiliki kemampuan berenang.

"Saya langsung memakai pelampung dan turun ke laut sambil membaca selawat," ujar Edi, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, situasi saat itu berlangsung sangat cepat sehingga tidak ada waktu untuk berpikir panjang. Berbekal jaket pelampung, ia berusaha tetap tenang dan bertahan di tengah laut sambil menunggu pertolongan datang.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Edi berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Kalianget sebelum mendapatkan perawatan medis.

"Alhamdulillah saya bisa selamat," katanya.

Meski selamat, Edi mengaku masih mengalami trauma akibat insiden tersebut. Ia juga belum dapat menghubungi keluarganya di Garut karena telepon genggam miliknya rusak setelah terendam air laut.

Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Petugas memperluas area pencarian untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.

Pemerintah bersama tim SAR mengimbau masyarakat agar mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi, mengingat proses pencarian dan verifikasi data korban masih berlangsung sehingga jumlah korban dapat berubah sesuai hasil operasi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....