Bahaya Preeklamsia Wajib Diwaspadai Ibu Hamil
- 02 Agt 2026 15:29 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Lonjakan tekanan darah tinggi atau hipertensi pada ibu hamil menjelang hari perkiraan lahir (HPL) menyimpan risiko komplikasi serius. Bidan RSUD Mohammad Noer Pamekasan, Septiany Even Sanjawenty, mengungkapkan bahwa tekanan darah di atas 140 mmHg yang disertai protein urine positif menandakan kondisi berbahaya yang kerap disebut preeklamsia.
Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat berakibat fatal bagi ibu maupun janin. Preeklamsia berpotensi memicu kejang pada ibu, gawat janin akibat kurangnya suplai oksigen, plasenta lepas, hingga risiko kematian bayi di dalam kandungan.
“Para ibu hamil diimbau untuk mengenali tanda peringatan dini yang dikirimkan oleh tubuh. Beberapa gejala khas yang perlu diwaspadai di antaranya sakit kepala hebat, nyeri ulu hati, mual dan muntah, sesak napas, serta pembengkakan di seluruh tubuh,” ujarnya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Septiany menegaskan bahwa persepsi mengenai penurunan tensi melalui konsumsi makanan tertentu seperti mentimun atau air kelapa muda adalah mitos. Hipertensi akibat komplikasi kehamilan membutuhkan intervensi medis serta konsumsi obat penurun tekanan darah secara teratur sesuai resep dokter spesialis kandungan.
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, ibu hamil sangat disarankan untuk segera mendatangi UGD atau fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat demi keselamatan ibu serta bayi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....