Kisah Keluarga Ali Imran: Pelajaran Penting Kepasrahan Orang Tua

  • 02 Agt 2026 15:13 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Keteladanan istri Ali Imran (Hannah) saat bernazar menyerahkan anak di dalam kandungannya untuk mengabdi kepada Allah SWT menghadirkan pelajaran berharga bagi para orang tua modern, hal ini disampaikan oleh Ustadz Achmad Syarif Fathoni, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, pada hari Minggu, 2 Agustus 2026.

Pelajaran pertama dan paling mendasar adalah menanamkan kesadaran penuh bahwa anak sejatinya merupakan titipan dan amanah Sang Pencipta, bukan milik pribadi. Sejak masa kehamilan, niat utama orang tua hendaknya dilandaskan untuk menyerahkan anak kepada Allah, bukan sekadar bercita-cita menetapkan profesi duniawi semata.

Pendekatan tersebut menekankan bahwa apa pun profesi atau jalan hidup yang kelak dijalani sang anak, ikatan niat awal tersebut akan membentuk pribadi yang bertakwa serta beriman kuat. Doa dan niat tulus seorang ibu yang ditiupkan sejak anak masih berada di dalam kandungan menjadi fondasi spiritual yang sangat vital.

“Dengan niat yang lurus, orang tua pasrah dan meyakini bahwa Allah SWT yang akan membimbing serta menentukan jalan terbaik bagi masa depan sang buah hati,” ujarnya.

Pelajaran kedua menekankan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah dan doa ibu selama masa mengandung sebelum janin melahirkan ke dunia. Modal dasar untuk melahirkan generasi yang saleh dan salehah tidak boleh ditunda hingga bayi lahir, melainkan harus dimulai sejak dari rahim.

“Sebagaimana yang dilakukan Hannah sebelum melahirkan Maryam, ibadah yang kuat dari sang ibu akan mengundang rahmat serta keberkahan Allah SWT bagi anak yang akan dilahirkan,” katanya.

Melalui doa yang dipanjatkan sejak dini, anak beserta keturunannya akan mendapatkan perlindungan langsung dari Allah SWT dari godaan setan dan pengaruh buruk lingkungan. Di tengah maraknya fitnah serta kemaksiatan di era modern, penjagaan terbaik bagi anak bukanlah sebatas pengawasan dari orang tua, melainkan perlindungan hati yang datang dari Allah SWT. Orang tua yang bersandar pada penjagaan-Nya tidak akan mudah merasa cemas karena meyakini Allah yang senantiasa menjaga pribadi dan benteng iman sang anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....