PGRI Sumenep Lantik PKO dan Meluncurkan Program Digitalisasi Guru
- 29 Jul 2026 13:41 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumenep resmi melantik Perangkat Kelengkapan Organisasi (PKO) sekaligus meluncurkan program PGRI POWER di Graha Kemahasiswaan Universitas PGRI Sumenep, Rabu 29 Juli 2026.
Inisiatif tersebut mengusung tagline "5.000 Guru Sumenep Siap Sukseskan Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan AI" untuk mempercepat digitalisasi pendidikan di daerah.
Ketua PGRI Kabupaten Sumenep, Karim, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret meningkatkan kapasitas tenaga pendidik di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan nasional.
Untuk memastikan pemerataan, pelatihan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau enam titik di daratan dan satu titik di wilayah kepulauan.
"Ini merupakan titik awal untuk memberikan pelatihan kepada 5.000 guru se-Kabupaten Sumenep. Terima kasih kepada narasumber dan panitia yang telah mengemban tugas ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan rekan-rekan guru dapat menjadi perantara kemajuan negeri ini," kata Karim.
Sementara itu, Sekretaris PGRI Kabupaten Sumenep, Moh. Salehorman, menjelaskan bahwa PGRI POWER lahir sebagai respons atas pesatnya transformasi digital dan tuntutan zaman.
Program ini dirancang dengan pendekatan Praktis, Aplikatif, dan Berkelanjutan (PAB) yang mencakup materi deep learning, koding, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) guna mendukung penyusunan modul ajar, media pembelajaran, serta asesmen yang lebih efektif.
Melalui skema pendampingan berjenjang—seperti Training of Trainers (ToT), Komunitas Belajar (Kombel), KKG/MGMP, hingga klinik digital—pihaknya menargetkan 80 hingga 90 persen peserta mampu menguasai keterampilan dasar tersebut.
"Guru adalah ujung tombak perubahan. Harapan kami, guru di wilayah daratan maupun kepulauan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sehingga mampu mencetak generasi Sumenep yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator dan pemikir kritis," ujar Moh. Salehorman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....