Generasi Z Diajak Lestarikan Bahasa Madura di tengah Arus Modernisasi
- 29 Jul 2026 10:00 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Penggunaan bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari terus menghadapi tantangan di tengah pesatnya perkembangan zaman. Bahasa yang menjadi identitas masyarakat Madura itu kini mulai jarang digunakan, terutama oleh kalangan generasi muda yang lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa asing, baik di lingkungan sekolah, tempat kerja, hingga media sosial.
Perubahan pola komunikasi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari lingkungan pergaulan yang semakin beragam hingga anggapan bahwa bahasa Indonesia lebih praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi jumlah penutur aktif bahasa Madura di masa mendatang.
"Saat ini banyak anak muda lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan bahasa Madura, bahkan di lingkungan keluarga. Padahal bahasa Madura adalah bagian dari identitas budaya yang harus tetap dijaga agar tidak hilang." ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.
Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sumenep, R.A. Ummu Kulsum dan Afiq Afandi, saat menjadi narasumber dalam program Pro 2 Jaga Malam RRI Sumenep, menilai minimnya penggunaan bahasa Madura di lingkungan keluarga menjadi salah satu penyebab menurunnya kemampuan berbahasa Madura di kalangan generasi muda. Menurut mereka, tidak sedikit orang tua yang lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia kepada anak-anak dengan alasan lebih mudah dipahami dan mendukung proses pendidikan formal.
Akibatnya, banyak anak tumbuh tanpa terbiasa menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa sehari-hari. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, keberlangsungan bahasa Madura sebagai bahasa ibu masyarakat Madura dikhawatirkan semakin tergerus.
"Melestarikan bahasa Madura bukan berarti menolak bahasa Indonesia atau bahasa asing. Justru ketiganya bisa berjalan berdampingan. Yang terpenting, bahasa Madura tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari agar tidak kehilangan penuturnya." katanya.
Keduanya mengajak masyarakat untuk kembali membiasakan penggunaan bahasa Madura di rumah, mengenalkannya kepada anak sejak usia dini, serta memanfaatkan media digital, seni, dan sastra sebagai sarana pelestarian. Dengan langkah tersebut, bahasa Madura diharapkan tetap hidup sebagai warisan budaya sekaligus identitas masyarakat Madura di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....