Petani Sumenep Tunda Panen Daun tengah Demi Jaga Kualitas Tembakau

  • 29 Jul 2026 06:28 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Memasuki awal musim panen tembakau, sebagian besar petani di Kabupaten Sumenep memilih belum memanen seluruh tanaman mereka. Petani lebih mengutamakan kualitas daun dengan hanya memetik daun bagian bawah, sementara daun tengah dan atas dibiarkan hingga mencapai tingkat kematangan yang optimal.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga mutu tembakau sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen. Petani menilai daun yang dipanen pada waktu yang tepat memiliki kualitas lebih baik dan lebih diminati oleh pembeli.

Salah seorang petani tembakau asal Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan, Ibu Ratih, mengatakan saat ini harga tembakau sawah untuk daun bagian bawah berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Menurutnya, perbedaan harga dipengaruhi oleh kualitas daun dan waktu penjualan.

"Saya menjual daun bawah dengan harga Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram. Namun, kalau ingin mendapatkan harga yang lebih baik, sebaiknya tidak terburu-buru memanen sebelum daun benar-benar matang," katanya, Rabu 29 Juli 2026.

Ia mengingatkan petani agar lebih mengutamakan kualitas dibanding mengejar panen lebih awal. Menurutnya, daun yang dipetik setelah mencapai kematangan sempurna memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Senada dengan itu, petani asal Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Subaidah, mengatakan harga tembakau tegal di wilayahnya berada pada kisaran Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk daun bagian bawah yang mulai dipanen pada musim ini.

Ia menjelaskan, sebagian besar petani di wilayahnya masih menunggu daun bagian tengah dan atas mencapai tingkat kematangan sebelum dipanen. Dengan cara tersebut, kualitas hasil panen diharapkan tetap terjaga.

"Saat ini baru daun bawah yang dipanen. Daun bagian tengah dan atas masih kami biarkan sampai benar-benar siap dipetik agar kualitasnya lebih baik," ujarnya.

Petani berharap kondisi cuaca tetap mendukung selama masa panen berlangsung sehingga kualitas tembakau dapat terjaga. Selain itu, mereka juga menginginkan harga tembakau tetap stabil agar hasil panen tahun ini mampu memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani di Kabupaten Sumenep.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....