Pemkab Sumenep Optimalkan TPS 3R Sapeken Melalui Pengadaan Insinerator

  • 28 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep menyiapkan pengadaan mesin insinerator sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Sapeken. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan residu sampah sekaligus mengoptimalkan operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di wilayah kepulauan.

Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, mengatakan pengadaan insinerator menjadi solusi yang dinilai paling sesuai mengingat kondisi geografis Sapeken yang berada di wilayah kepulauan. Menurutnya, pengiriman sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Batuan untuk diolah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) tidak memungkinkan dilakukan secara rutin.

"TPS 3R di Sapeken sudah memiliki fasilitas yang memadai. Dengan tambahan mesin insinerator, proses penanganan residu sampah akan lebih efektif karena tidak perlu dikirim ke daratan," kata Anwar, Selasa 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sebelum dibakar menggunakan insinerator, sampah terlebih dahulu dipilah. Sampah yang masih memiliki nilai guna akan diolah menjadi kompos, sedangkan residu yang tidak dapat dimanfaatkan akan dimusnahkan melalui proses pembakaran bersuhu tinggi.

Sisa hasil pembakaran kemudian dipadatkan dan ditimbun dengan tanah. Area tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk penghijauan melalui penanaman berbagai jenis pohon sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

Menurut Anwar, mesin insinerator yang akan diadakan memiliki kapasitas pengolahan hingga 30 ton sampah dalam satu siklus pembakaran. Pemerintah Kabupaten Sumenep mengalokasikan anggaran lebih dari Rp300 juta untuk merealisasikan pengadaan fasilitas tersebut.

"Kami memastikan penggunaan insinerator tetap memperhatikan aspek lingkungan. Teknologi yang digunakan harus memenuhi baku mutu emisi sehingga tidak menimbulkan pencemaran udara," ujarnya.

Selain menyiapkan sarana, DLH juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Pemerintah Desa Sapeken untuk mendukung keberlanjutan program tersebut. Dukungan itu mencakup penyediaan armada pengangkut sampah, penyusunan regulasi di tingkat desa, hingga kemungkinan penerapan iuran operasional yang disepakati bersama dan tidak membebani masyarakat.

Setelah pengadaan selesai, DLH bersama organisasi perangkat daerah terkait akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengoperasian TPS 3R dan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Anwar menambahkan, keberhasilan program ini juga didukung oleh sinergi dengan sektor swasta, khususnya Kangean Energy Indonesia (KEI), yang selama ini telah berkontribusi melalui penyediaan sarana pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat di wilayah kepulauan.

"Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci agar pengelolaan sampah di Sapeken dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....