Festival Macopat 2026 Jadi Momentum Pelestarian Warisan Budaya Sumenep

  • 24 Jul 2026 22:56 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya daerah melalui penyelenggaraan Festival Macopat Kabupaten Sumenep Tahun 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pelestarian sekaligus media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal warisan budaya lokal.

Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Pemerintahan dan Politik, Hizbul Wathan, mengatakan Macopat merupakan salah satu warisan budaya adiluhung yang memiliki nilai historis, moral, dan spiritual sehingga keberadaannya perlu terus dijaga.

"Kabupaten Sumenep sangat kaya akan warisan tradisi, seni, dan budaya. Salah satu warisan adiluhung yang wajib kita jaga bersama adalah seni Macopat," kata Hizbul Wathan, Jum'at 24 Juli 2026.

Menurutnya, seni Macopat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang sarat dengan pesan kehidupan. Setiap bait tembang mengandung nilai-nilai etika, budi pekerti, spiritualitas, serta falsafah hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Macopat bukan sekadar tontonan atau hiburan semata. Di dalam setiap bait tembang Macopat terkandung tuntunan hidup, nilai moral, spiritual, serta falsafah hidup masyarakat Sumenep yang sangat mendalam," ujarnya.

Hizbul Wathan menjelaskan, penyelenggaraan Festival Macopat memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi para pelestari Macopat lintas generasi, meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai seni tradisional, serta memperkuat identitas Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang tetap menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

"Festival Macopat Tahun 2026 menjadi ajang silaturahmi, edukasi publik, dan penguatan identitas bahwa Sumenep adalah daerah yang maju, namun tetap memegang teguh akar tradisi dan budayanya," katanya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival, mulai dari seniman, budayawan, pelajar, panitia, hingga masyarakat yang terus berkomitmen melestarikan seni Macopat.

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Festival Macopat ini, baik pengisi acara, penampil seni Macopat, para siswa, maupun panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini," ujar Hizbul Wathan.

Mengakhiri sambutan Bupati, Hizbul Wathan secara resmi membuka Festival Macopat Kabupaten Sumenep Tahun 2026. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan seni Macopat sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Sumenep.

"Dengan memohon rida Allah SWT dan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Festival Macopat Kabupaten Sumenep Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Mari kita gaungkan kembali tembang-tembang maknawi di Bumi Sumenep tercinta," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....