Guru SD Sumenep Didampingi UNESA Kembangkan Pembelajaran

  • 24 Jul 2026 02:49 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mendorong penguatan pembelajaran berbasis kearifan lokal melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Upaya itu diwujudkan dengan mendampingi guru sekolah dasar di Kabupaten Sumenep mengembangkan pembelajaran yang mengintegrasikan budaya keris dan literasi ekologi untuk meningkatkan kemampuan logis-matematis peserta didik.

Program tersebut dikemas dalam workshop bertajuk Pendampingan Guru dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi untuk Meningkatkan Kecerdasan Logis Matematis Siswa SD di Kabupaten Sumenep yang digelar di salah satu hotel di Sumenep. Kegiatan ini diikuti 20 guru SD yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) 01 Kecamatan Kota Sumenep.

Selama workshop, peserta memperoleh pembekalan mengenai penyusunan perangkat ajar berbasis budaya dan lingkungan, mulai dari modul ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media pembelajaran, hingga asesmen. Materi disampaikan oleh pakar budaya Ibnu Hajar dan pakar edu-ekologi M. Musthafa.

Ketua Tim PKM UNESA, Prof. Wiryanto, mengatakan pembelajaran yang memanfaatkan budaya lokal menjadi strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa. Menurut dia, benda-benda yang akrab dengan kehidupan siswa dapat menjadi media belajar yang efektif dalam membangun kemampuan berpikir.

"Pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa," kata Prof. Wiryanto, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menjelaskan, budaya keris tidak hanya memiliki nilai sejarah dan filosofi, tetapi juga berpotensi menjadi sumber belajar yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, serta karakter peserta didik. Di sisi lain, literasi ekologi diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak usia dini.

"Kearifan lokal tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber belajar yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, serta karakter peserta didik. Melalui kegiatan ini kami berharap guru memiliki bekal untuk mengintegrasikan budaya keris dan literasi ekologi ke dalam pembelajaran di kelas," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, yang hadir sebagai keynote speaker, menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan guru menjadi faktor penting dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurut Iksan, pelestarian budaya dan pendidikan lingkungan perlu menjadi bagian dari proses belajar agar generasi muda tetap memiliki identitas lokal di tengah derasnya arus globalisasi.

"Pelestarian budaya dan pendidikan lingkungan perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran agar peserta didik tidak kehilangan identitas lokal di tengah perkembangan global," ucapnya.

Ia menambahkan, pemilihan budaya keris sebagai tema pembelajaran dinilai tepat karena Sumenep telah dikenal sebagai Kota Keris. Integrasi nilai-nilai budaya tersebut ke dalam proses belajar diyakini dapat semakin memperkuat posisi Sumenep sebagai daerah yang memiliki warisan budaya khas.

"Pembelajaran berbasis budaya keris merupakan langkah positif untuk semakin menguatkan posisi Sumenep sebagai Kota Keris. Kota Keris telah menjadi ikon Kabupaten Sumenep, sehingga memasukkan nilai-nilai keris ke dalam pembelajaran merupakan langkah yang penting," katanya.

Sementara itu, Ketua KKG 01 Kecamatan Kota Sumenep, Ali Harsojo, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut dia, workshop memberikan perspektif baru bagi para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

"Workshop ini memberikan pengalaman baru bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan dekat dengan kehidupan peserta didik," ujar Ali.

Sebagai penutup kegiatan, para peserta menyusun rancangan pembelajaran berbasis budaya keris dan literasi ekologi yang disesuaikan dengan Kurikulum Nasional. Tim PKM UNESA mendampingi setiap kelompok hingga menghasilkan perangkat pembelajaran yang siap diimplementasikan di sekolah masing-masing.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....