Riset Pertanian Ungkap Dampak Pola Pemupukan di Sumenep
- 23 Jul 2026 22:11 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Hasil penelitian awal yang dilakukan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Kampus Sumenep menemukan perbedaan pola pengelolaan lahan pertanian di Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep.
Temuan tersebut dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) Kajian Model Sarana dan Prasarana Pertanian Presisi Berbasis Multi-Parameter Soil Sensing dan AI yang digelar BRIDA Kabupaten Sumenep, Kamis 23 Juli 2026.
Tim peneliti menemukan bahwa sekitar 90 persen petani di Kecamatan Rubaru masih mengandalkan pupuk kimia dalam aktivitas budidaya pertanian. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi keseimbangan unsur hara tanah dalam jangka panjang apabila tidak diimbangi penggunaan pupuk organik.
Sebaliknya, kondisi lahan di Kecamatan Gapura dinilai lebih terjaga karena petani secara rutin mengembalikan jerami sisa panen dan kotoran ternak ke lahan pertanian sebagai pupuk organik.
Salah satu peneliti, Akhmad Khairul Umam, mengatakan praktik tersebut berkontribusi terhadap stabilitas produktivitas lahan dan menjaga kualitas biofisik tanah.
"Di Kecamatan Gapura, kesuburan tanah relatif terjaga karena petani memanfaatkan bahan organik dari jerami dan kotoran ternak yang dikembalikan ke lahan pertanian," katanya.
Sementara itu, Peneliti Ahli Pertama BRIDA Kabupaten Sumenep, Mohammad Alfin Widyanto, berharap hasil riset tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran.
"Melalui penelitian ini kami ingin menghadirkan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah maupun pelaku usaha untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Sumenep," ujarnya.
Menurutnya, hasil penelitian tidak hanya menghasilkan aplikasi atau teknologi, tetapi juga naskah akademik yang dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....