Petani Pasongsongan Keluhkan Tingginya Biaya Produksi Tembakau

  • 22 Jul 2026 12:01 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Petani tembakau di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, keluhkan tingginya biaya pengairan, harga bibit, dan upah tenaga kerja yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Koordinator Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Pasongsongan, Masyuni Ramadhan, menjelaskan wilayah Pasongsongan memiliki curah hujan yang relatif rendah sehingga petani harus membeli air dari pemilik sumur bor atau sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan tanaman tembakau.

"Di Pasongsongan ini merupakan wilayah yang minim hujan, sehingga untuk budidaya tembakau petani harus membeli air dari pemilik sumur bor atau sumber mata air. Biayanya sekitar Rp40 ribu per jam," kata Masyuni, Rabu 22 July 2026.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di lapangan, kebutuhan biaya air untuk satu hektare lahan tembakau sejak awal tanam hingga pascapanen mencapai sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta. Nilai tersebut belum termasuk biaya pembelian BBM maupun upah buruh tani.

"Dalam satu hektare, biaya air saja dari awal tanam sampai pascapanen berkisar Rp3 juta sampai Rp5 juta. Itu baru biaya air, belum BBM dan belum biaya buruh tani," ujarnya.

Menurut Masyuni, beban petani semakin berat karena harga bibit tembakau dan upah tenaga kerja juga terus mengalami kenaikan setiap musim tanam. Kondisi tersebut membuat biaya produksi semakin tinggi, sementara harga jual hasil panen belum tentu mampu menutup seluruh pengeluaran.

"Bibit sekarang juga mahal, kemudian biaya buruh tani terus naik setiap tahun. Mau tidak mau petani harus mengeluarkan biaya yang sangat tinggi untuk menanam tembakau," katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi yang dihadapi petani, terutama dalam menetapkan harga tembakau yang mampu mengimbangi biaya produksi.

"Petani pasti tetap menanam tembakau. Harapan kami, minimal petani tidak merugi karena biaya produksi yang sudah sangat tinggi," ucap Masyuni Ramadhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....