Seminar Nasional Bahas Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Madura

  • 19 Jul 2026 18:47 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Seminar nasional bertema "Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Madura" digelar di Pendopo Museum Keraton Sumenep, Minggu 19 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu mempertemukan mahasiswa, pelaku UMKM, budayawan, akademisi, serta perwakilan dinas pariwisata dari berbagai daerah di Madura untuk membahas pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan paduan suara yang membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars, dan Hymne Universitas Wiraraja. Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Wiraraja, Anis Kurli, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi peserta dan dukungan berbagai pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan seminar.

Rektor Universitas Wiraraja menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan pelaku industri kreatif dengan arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

Bupati Sumenep yang dijadwalkan menjadi keynote speaker berhalangan hadir dan diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan, Hisbul Wathan. Dalam sambutan yang disampaikan, disebutkan bahwa Kabupaten Sumenep memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata bahari, religi, kesehatan, kuliner, kerajinan, fashion hingga event budaya, namun masih menghadapi tantangan pada aspek kualitas sumber daya manusia dan tata kelola destinasi.

Memasuki sesi pemaparan materi, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Wawan Darmawan, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi Bakorwil IV Pamekasan, Baidori, menekankan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai modal utama untuk memperkuat daya saing kawasan Madura.

Perspektif lain disampaikan Ketua Aspro DKV Indonesia Chapter Jawa Timur-Bali, Dhika Yuan Yurisma, yang menilai desain komunikasi visual memiliki peran strategis dalam membangun identitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dekan FISIP Universitas Wiraraja, Rillia Aisyah Haris, juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menerapkan tata kelola kolaboratif agar pengembangan pariwisata Madura tidak berhenti pada konsep, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata.

Seminar ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memberi kesempatan kepada peserta untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai strategi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata Madura. Setelah kegiatan berakhir, panitia mengajak masyarakat mengunjungi pameran karya The Spectrum of Madurese Arts (SOMA) Vol II yang masih berlangsung di Pendopo Keraton Sumenep hingga Senin, lengkap dengan workshop painting on mini canvas yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....