Usai Bimtek, Realisasi LKPM Sumenep Melonjak hingga Rp39,98 Miliar
- 12 Jul 2026 17:42 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep mencatat kenaikan signifikan realisasi investasi melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) setelah menggelar bimbingan teknis (Bimtek), pembinaan, dan pendampingan kepada pelaku usaha pada 8–9 Juli 2026 kemarin.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Sumenep, Herman Haryanto, mengatakan hingga 6 Juli 2026 capaian LKPM yang tercatat masih berada di angka sekitar Rp306 juta. Namun setelah pelaksanaan Bimtek, nilainya meningkat menjadi sekitar Rp13,3 miliar pada hari pertama.
Pada hari kedua pelaksanaan Bimtek, nilai realisasi investasi kembali melonjak hingga mencapai sekitar Rp39,98 miliar. Menurut Herman, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena pelaku usaha masih memiliki waktu menyampaikan laporan hingga 15 Juli 2026.
"Untuk triwulan kedua, sampai 6 Juli capaian kita masih sekitar Rp306 juta. Setelah Bimtek hari pertama langsung naik menjadi Rp13,3 miliar, kemudian hari kedua menjadi Rp39,98 miliar," ujar Herman.
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pemahaman pelaku usaha terhadap tata cara pengisian LKPM melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) setelah memperoleh pendampingan secara langsung.
"Lebih dari 80 persen peserta sudah memahami penyusunan LKPM. Kami tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi mereka mulai dari membuka sistem sampai laporan berhasil dikirim," katanya.
Herman menambahkan, hingga saat ini masih terdapat laporan baru yang terus masuk sehingga nilai realisasi investasi diperkirakan akan terus bertambah sebelum batas akhir pelaporan.
"Tadi saya lihat masih ada puluhan LKPM yang masuk. Artinya capaian ini masih akan bergerak sampai penutupan pelaporan tanggal 15 Juli," ujarnya.
Ia berharap peningkatan kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan LKPM dapat membantu Kabupaten Sumenep mencapai target realisasi investasi dari Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp450 miliar pada 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....