Jangan Lewatkan Momen Menentukan Arah Kiblat dengan Bayangan Matahari
- 10 Jul 2026 15:22 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Umat Islam kembali memperoleh kesempatan untuk memastikan akurasi arah kiblat melalui fenomena Rashdul Kiblat, yakni saat posisi Matahari tepat berada di atas Ka'bah. Peristiwa astronomi ini memungkinkan bayangan benda tegak yang terkena sinar Matahari mengarah tepat ke Ka'bah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai acuan kalibrasi arah kiblat secara sederhana dan akurat.
Anggota Tim Hisab Rukyat sekaligus Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Ahmad Faidal, Jumat 10 juli 2026, menjelaskan bahwa Rashdul Kiblat terjadi dua kali dalam setahun. Peristiwa pertama berlangsung sekitar 27–28 Mei pukul 16.18 WIB, sedangkan peristiwa kedua terjadi pada 15–16 Juli pukul 16.27 WIB. Fenomena tersebut terjadi karena lintasan semu harian Matahari tepat melintasi posisi Ka'bah di Makkah.
"Ketika Matahari berada tepat di atas Ka'bah, seluruh benda yang berdiri tegak dan terkena sinar Matahari akan menghasilkan bayangan yang mengarah tepat ke Baitullah. Momen ini menjadi kesempatan terbaik bagi masyarakat untuk mengoreksi kembali arah kiblat tempat ibadah maupun rumah masing-masing," ujar Ahmad Faidal.
Menurutnya, penyesuaian arah kiblat memiliki nilai penting karena menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah pelaksanaan salat dalam pandangan fikih. Oleh sebab itu, momentum Rashdul Kiblat diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat untuk memastikan arah kiblat yang digunakan selama ini telah sesuai.
Dalam rangka menyambut fenomena tersebut, Kementerian Agama akan menggelar kegiatan kalibrasi kiblat serentak pada 15–16 Juli 2026 melalui program Peaceful Muharram 1448 Hijriah bertema Indonesia Berkiblat. Secara nasional, kegiatan ini ditargetkan menjangkau sekitar 1.448.000 titik lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Khusus di Kabupaten Sumenep, Kantor Kementerian Agama melalui Bimbingan Masyarakat Islam menargetkan pelaksanaan kalibrasi di 10.800 titik. Sasaran kegiatan meliputi masjid, musala, lapangan, rumah warga, hingga berbagai sarana ibadah lainnya agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan momentum astronomi tersebut.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk berpartisipasi dalam gerakan Indonesia Berkiblat. Peserta dapat mendaftarkan diri melalui portal yang telah disediakan Kementerian Agama, mengunggah dokumentasi kegiatan kalibrasi, dan akan memperoleh e-sertifikat secara gratis," kata Ahmad Faidal.
Sebelum melakukan kalibrasi, masyarakat diimbau memastikan lokasi pengamatan berupa permukaan tanah atau lantai yang datar dan terkena sinar Matahari langsung. Selanjutnya, tegakkan tongkat atau benang dengan pemberat secara vertikal. Tepat pukul 16.27 WIB, amati bayangan yang terbentuk, kemudian tarik garis lurus dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat. Garis tersebut menunjukkan arah kiblat yang akurat dan dapat dijadikan pedoman dalam menentukan arah salat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....