Penyuluh Pertanian Sumenep Pelajari Teknologi PM-AAS
- 08 Jul 2026 12:03 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mendorong penyuluh pertanian mengadopsi teknologi pertanian modern melalui metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Teknologi tersebut dikenalkan kepada penyuluh melalui kegiatan studi tiru di Balai Perakitan dan Penerapan Teknologi Pertanian (BRMP) Jawa Timur sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat swasembada pangan nasional.
PM-AAS merupakan teknologi pertanian yang diadopsi Kementerian Pertanian setelah Menteri Pertanian melakukan kunjungan kerja ke negara bagian Arkansas, Amerika Serikat. Teknologi tersebut kemudian dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi agroklimat dan karakteristik lahan di Indonesia sehingga dapat diterapkan secara spesifik di berbagai daerah.
Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI untuk wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, mengatakan teknologi PM-AAS menawarkan peningkatan produktivitas padi yang cukup signifikan dibanding metode budidaya yang selama ini diterapkan petani.
"Teknologi PM-AAS merupakan hasil adopsi dari teknologi pertanian modern yang dipelajari Kementerian Pertanian di Arkansas, Amerika Serikat. Selanjutnya teknologi tersebut dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi lahan dan karakteristik pertanian di Indonesia sehingga dapat diterapkan di berbagai wilayah," ujarnya, Rabu 08 Juli 2026.
Menurut Dewo, salah satu keunggulan utama PM-AAS adalah kemampuannya meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai sekitar 10 ton per hektare. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas padi saat ini yang masih berkisar 5 ton per hektare.
"Melalui penerapan PM-AAS, produktivitas padi berpotensi meningkat hingga sekitar 10 ton per hektare. Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat swasembada pangan yang berkelanjutan," ujarnya menambahkan..
Ia menjelaskan, penyuluh pertanian dari Kabupaten Sumenep mengikuti studi tiru di BRMP Jawa Timur untuk mempelajari secara langsung penerapan teknologi tersebut sebelum diterapkan kepada petani di daerah masing-masing.
"Kami berharap seluruh penyuluh pertanian yang mengikuti studi tiru ini dapat segera mengadopsi teknologi PM-AAS, kemudian mengimplementasikannya di wilayah binaan dan desa tempat mereka bertugas agar manfaatnya segera dirasakan oleh para petani," kata Dewo.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Pertanian berharap inovasi PM-AAS bisa mempercepat modernisasi sektor pertanian di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sumenep, sehingga produktivitas dan ketahanan pangan nasional semakin meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....