BPBD Sumenep: Belum Ada Laporan Permintaan Bantuan Air Bersih di Awal Musim Kemarau
- 05 Jul 2026 17:28 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep memastikan hingga awal musim kemarau belum menerima laporan maupun permintaan bantuan distribusi air bersih dari masyarakat.
Sekretaris BPBD Sumenep, Abd. Kadir, mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan musim kemarau pada umumnya. Menurutnya, permintaan bantuan air biasanya baru muncul setelah kemarau berlangsung selama beberapa pekan.
"Untuk saat ini permintaan air memang belum ada karena baru masuk musim kemarau. Biasanya permintaan itu muncul ketika musim kemarau sudah berjalan sekitar tiga minggu sampai satu bulan," ujarnya, Minggu 5 Juli 2026.
Meski belum ada laporan, BPBD tetap meminta pemerintah kecamatan untuk terus memantau kondisi di desa-desa yang berpotensi mengalami kekeringan.
Menurut Kadir, camat menjadi ujung tombak koordinasi apabila ada warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Selanjutnya laporan tersebut diteruskan ke BPBD untuk ditindaklanjuti.
"Kami sudah mengimbau para camat. Kalau memang ada kebutuhan mendesak terkait air bersih, segera dilaporkan. Nanti camat akan meneruskan laporan dari desa kepada kami," katanya.
Ia menjelaskan, masyarakat juga dapat menyampaikan permintaan bantuan melalui Call Center 112 yang telah terintegrasi dengan layanan kedaruratan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
"Kalau masyarakat meminta bantuan, bahkan lewat Call Center 112 pun akan kami layani karena sistem kedaruratan sudah terintegrasi," ujarnya.
Kadir menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, BPBD juga tidak menerima permintaan distribusi air bersih lantaran kondisi kemarau basah, sehingga hujan masih turun di sejumlah wilayah.
Meski demikian, pihaknya tetap meminta pemerintah kecamatan di wilayah rawan kekeringan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kondisi cuaca mulai berubah dalam beberapa pekan ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....