Jaga Empat Permata Diri dari Kehancuran
- 05 Jul 2026 04:05 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Manusia diciptakan sebagai makhluk Allah SWT yang paling istimewa dan sempurna karena dibekali dengan akal dan pikiran. Ustadz Tola’ Imam, selaku Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, mengingatkan umat Islam untuk senantiasa menjaga empat permata berharga yang ada di dalam diri manusia. Menurutnya, eksistensi keempat permata ini yang menentukan apakah manusia akan mulia seperti malaikat atau justru jatuh terperosok seperti hewan dan setan.
Ustadz Imam menguraikan bahwa empat permata yang dianugerahkan Rasulullah SAW dalam hadisnya meliputi akal, agama, rasa malu, dan amal saleh. Akal berfungsi sebagai pemimpin tubuh untuk memahami kebenaran, sementara agama hadir sebagai pedoman hidup yang lurus. Adapun rasa malu bertindak sebagai pengendali perilaku, dan amal saleh merupakan buah nyata dari perpaduan akal sehat yang dibimbing oleh agama.
“Akal ini menjadi pemimpin dalam tubuh manusia, untuk memahami mana yang hak dan mana yang batin. Mana yang patut ataupun tidak, mana yang harus dikerjakan ataupun ditinggalkan,” jelasnya, Sabtu, 4 Juli 2026.
Lebih lanjut, Ustadz Imam menegaskan bahwa agama menjadi kunci paling mendasar yang mengoneksikan seluruh sistem rohani manusia. Ketika seseorang memegang teguh agamanya, maka akal dan hatinya akan otomatis terkontrol untuk mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Mengutip pandangan Ibnu Hajar Al-Asqalani, akal yang sehat digambarkan sebagai permata rohani yang memampukan manusia membedakan mana hal yang hak dan mana yang batil.
Namun, keempat permata berharga ini tidak lepas dari ancaman yang bisa menghancurkannya seketika. Ia mengingatkan ada empat hal negatif yang harus diwaspadai karena dapat memusnahkan permata diri tersebut. Sifat marah dapat menghilangkan fungsi akal, sifat hasut atau iri dengki dapat melenyapkan agama, sifat serakah akan mengikis rasa malu, dan perilaku menggunjing akan menghabiskan amal saleh yang telah dikumpulkan.
Di akhir penjelasannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengarungi kehidupan agar tidak merusak titipan Allah tersebut. Menjaga empat mutiara ini dengan baik bukan hanya berdampak pada keselamatan personal di akhirat kelak, melainkan juga menjadi fondasi penting dalam membangun keharmonisan di tingkat keluarga, masyarakat, hingga bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....