Surga Didapat karena Rahmat, Bukan Tukar Guling Amalan
- 02 Jul 2026 08:20 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Diskusi mengenai motivasi beribadah sering kali memicu pertanyaan mendalam di kalangan umat, terutama mengenai batasan antara mengharap pahala surga dan keikhlasan tertinggi. Menjawab persoalan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Ustadz Akhmad Masturi, memberikan pandangan yang mencerahkan mengenai tingkatan motivasi manusia dalam menyembah sang Pencipta.
Dalam penjelasannya pada Kamis, 2 Juli 2026, Ustadz Akhmad Masturi memaparkan bahwa terdapat tingkatan spiritualitas yang berbeda di antara hamba-hamba Allah. Tingkatan tertinggi digambarkan melalui kisah sufi legendaris Sayyidah Rabi'ah Al-Adawiyah yang beribadah murni karena cinta dan keikhlasan kepada Allah SWT, tanpa kepicikan rasa takut akan neraka atau iming-iming keindahan surga.
Namun, bagi masyarakat awam, berada di tingkatan di bawahnya adalah hal yang wajar. Beribadah karena mendambakan surga dan takut akan pedihnya siksa neraka dipandang sebagai sesuatu yang sangat manusiawi. Ustadz Akhmad Masturi menegaskan bahwa motivasi pada level tersebut tidaklah dilarang dan tetap dinilai sebagai kebaikan di mata hukum agama.
"Secara umum, manusia memang beribadah karena menginginkan surga dan takut neraka, dan itu tidak salah. Namun, kita harus sadar bahwa seluruh totalitas amalan yang kita lakukan di dunia ini sebenarnya tidak akan pernah sebanding atau cukup untuk 'membeli' keindahan surga Allah yang mahaluas," ucapnya.
Oleh karena itu, ia mengingatkan umat Muslim agar senantiasa menjaga hati dan tidak bersikap sombong atas segala bentuk ibadah yang telah diperbuat selama hidup di dunia. Menghitung-hitung amal seolah-olah sedang bertransaksi atau melakukan "tukar guling" dengan pencipta alam semesta merupakan kekeliruan dalam logika spiritual.
Pada akhir keterangannya, Ustadz Akhmad Masturi menegaskan kembali ajaran mulia Rasulullah SAW terkait esensi kehidupan akhirat. Beliau menekankan bahwa penentu utama seorang hamba dapat melangkah masuk ke dalam surga bukanlah semata-mata karena kuantitas lembar amalannya, melainkan murni karena besarnya rahmat, kasih sayang, dan kebajikan dari Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....