SDN Panaongan III Luncurkan SAKOPENGAN untuk Lestarikan Seni Topeng Madura
- 02 Jul 2026 06:38 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – SDN Panaongan III, Kecamatan Pasongsongan, meluncurkan program intrakurikuler baru bertajuk SAKOPENGAN (Sakolaan Topeng ban Jung-kejungan) pada Tahun Pelajaran 2026–2027 sebagai upaya mengintegrasikan pendidikan dengan pelestarian budaya lokal.
Program yang diperkenalkan pada Selasa, 30 Juni 2026 ini menjadi wadah pembelajaran seni Topeng Madura bagi peserta didik, sekaligus melanjutkan berbagai inovasi berbasis budaya yang telah dijalankan sekolah, seperti program MALESMAMA (Mari Lestarikan Macapat Madura) yang sukses mengantarkan siswa berprestasi hingga Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd., mengatakan SAKOPENGAN lahir dari kepedulian sekolah untuk menjaga kelestarian seni Topeng Madura yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya masyarakat Madura. Gagasan tersebut muncul setelah melihat penampilan siswa pada malam pisah kenang kelas VI yang mampu menampilkan tari Topeng Madura secara baik meski belajar secara mandiri melalui tayangan YouTube. Ke depan, program ini akan melibatkan praktisi seni agar siswa tidak hanya mampu menari, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Menurut Agus, SAKOPENGAN diharapkan menjadi media pembentukan karakter melalui penanaman disiplin, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, dan rasa percaya diri. Ia menegaskan pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab melestarikan warisan budaya daerah.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu unggulan sekolah, melengkapi inovasi lain seperti MALESMAMA, JUMPAYASIN, SAPASATE, BAYAMA, ABANGSAMAD, dan PEMBASUH, sekaligus melahirkan generasi yang berprestasi dan memiliki kepedulian terhadap identitas budaya Madura.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....