Halo RRI: Pemkab Sumenep Jelaskan Penyebab Antrean Pertalite

  • 29 Jun 2026 10:43 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bukan disebabkan berkurangnya pasokan BBM bersubsidi. Antrean terjadi karena meningkatnya permintaan Pertalite setelah kenaikan harga BBM non-subsidi.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan penyaluran BBM dari Pertamina ke seluruh SPBU di Kabupaten Sumenep hingga saat ini tetap berjalan normal sesuai kuota yang telah ditetapkan.

"Penyaluran BBM masih normal dan tidak ada pengurangan kuota. Yang terjadi saat ini adalah adanya peralihan pengguna BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar, setelah harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan," kata Dadang dalam dialog Progam Halo RRI, Senin 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kuota BBM Kabupaten Sumenep setiap bulan memang berbeda. Pada Mei 2026, alokasi BBM lebih besar karena adanya kebutuhan selama Hari Besar Keagamaan Nasional, sedangkan pada Juni kuota kembali ke alokasi normal.

Menurut Dadang, kombinasi antara turunnya kuota dibanding bulan sebelumnya dan meningkatnya konsumsi Pertalite menyebabkan antrean di sejumlah SPBU. Kondisi serupa juga terjadi di kabupaten lain di wilayah Madura.

“Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berkoordinasi dengan Pertamina agar distribusi BBM dapat dipercepat, termasuk melalui penambahan armada mobil tangka,” ujarnya.

Selain itu, pada awal Juli mendatang BPH Migas bersama Pertamina akan melakukan penataan ulang kuota di masing-masing SPBU. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean yang selama ini terjadi.

Dadang juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying karena distribusi tetap berjalan setiap hari.

Ia juga mengajak masyarakat yang mampu menggunakan BBM non-subsidi agar BBM bersubsidi dapat dinikmati oleh kelompok masyarakat yang memang berhak menerimanya. Ke depan, “Pertamina juga akan menerapkan pembatasan pembelian Pertalite untuk kendaraan roda dua maksimal lima liter dalam satu kali transaksi guna menjaga pemerataan distribusi.” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....