Jamasan Keris Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Nilai Leluhur dan Kebersamaan

  • 24 Jun 2026 13:21 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Tradisi Jamasan Keris Pusaka yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Keraton Sumenep itu dihadiri tokoh masyarakat, budayawan, empu keris, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini turut menjaga kelestarian budaya daerah.

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim mengatakan, tradisi jamasan keris memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar membersihkan benda pusaka. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan simbol pembersihan diri dari berbagai sifat negatif yang dapat merusak hubungan sosial.

"Jamasan keris mengajarkan kita untuk selalu melakukan introspeksi diri. Bukan hanya membersihkan pusaka, tetapi juga membersihkan hati dari sifat iri, dengki, dan berbagai perilaku yang dapat mengganggu keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya, Rabu 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan, keris merupakan simbol kehormatan dan kearifan yang diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Melalui pelaksanaan tradisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap masyarakat tidak hanya menjaga warisan budaya secara fisik, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....