Kreativitas Bertemu Teknologi, Manfaatkan AI dalam Produksi Konten Digital

  • 16 Jun 2026 10:25 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Perkembangan teknologi digital memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan informasi dengan cara yang lebih kreatif. Hal tersebut dimanfaatkan Lathifah Khirah Al-‘Affat, mahasiswi Universitas Annuqayah, dalam membuat konten digital bertema sejarah lokal. Mahasiswi semester dua Universitas Annuqayah tersebut berhasil meraih juara pertama dalam lomba konten literasi digital Kabupaten Sumenep tahun 2026.

Lathifah mengatakan, sebelum membuat karya untuk lomba konten literasi digital, dirinya terlebih dahulu memahami petunjuk teknis yang diberikan panitia. Menurutnya, pemahaman terhadap tujuan lomba menjadi bagian penting.

“Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga bagaimana kita memahami informasi dan mengolahnya kembali untuk disampaikan kepada orang lain,” kata Lala, Selasa 16 Juni 2026.

Setelah memahami konsep lomba, ia melakukan riset terhadap tema yang dipilih. Ia kemudian merancang konsep, naskah, storyboard, konsep visual yang akan digunakan dalam video, eksekusi hingga penyuntingan.

Dalam menentukan gaya penyampaian, Lala mengaku mencari referensi dari berbagai karya visual. Ia memilih pendekatan sinematografi yang menurutnya dapat menggambarkan kemegahan bangunan sejarah, sekaligus tetap sesuai dengan karakter penonton muda.

Selain proses kreatif, Lala juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam tahap produksi. Ia menggunakan AI Gemini untuk membantu menyusun tabel konsep pengambilan gambar atau storyboard.

Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tersebut hanya digunakan sebagai pendukung proses, sedangkan ide dan gagasan utama tetap berasal dari dirinya.

“tetap ide dan gagasan itu penting harus dari diri sendiri,” ujarnya.

Lala mengaku melalui proses mengikuti lomba tersebut, ia mendapatkan pengalaman baru terkait sudut pengambilan gambar.

Ia juga berbagi pengalaman menghadapi rasa ragu selama proses pembuatan karya. Menurutnya, menulis menjadi salah satu cara yang ia gunakan untuk mengelola pikiran ketika menghadapi tekanan pikiran.

“Salah satu cara menuangkan overthinking adalah menulis, karena ketika saya menulis walaupun awalnya membahas hal negatif, tanpa sadar selanjutnya menulis afirmasi positif," katanya.

Lala juga menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya mereka yang sering merasa ragu atau mengalami overthinking dalam menjalani proses. Menurutnya, perasaan tersebut merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari perjalanan seseorang.

Rasa tidak nyaman atau pikiran negatif tidak selalu harus dihilangkan, tetapi dapat dijadikan sebagai ruang untuk belajar menghadapi berbagai tantangan. Ia menambahkan, hasil yang baik lahir dari proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....