Kenaikan Harga Pertamax Picu Antrean Kendaraan di SPBU Sumenep

  • 15 Jun 2026 16:04 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep — Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep dalam beberapa hari terakhir dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut terjadi setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.

Banyak pemilik kendaraan memilih beralih dari Pertamax ke Pertalite untuk menekan biaya operasional. Peralihan tersebut menyebabkan antrean di sejumlah SPBU semakin panjang, terutama pada jalur pengisian BBM bersubsidi.

Salah seorang pemilik mobil, Riyan, mengaku terpaksa mengganti penggunaan BBM dari Pertamax ke Pertalite karena harga Pertamax dinilai terlalu tinggi. Menurutnya, kenaikan harga membuat pengeluaran bahan bakar menjadi lebih besar dibanding sebelumnya.

“Iya, kami pindah dari Pertamax ke Pertalite,” ujar Riyan, Senin 14 Juni 2026.

Tidak hanya Pertalite, BBM jenis Solar juga mengalami peningkatan permintaan. Jika sebelumnya sebagian pengendara menggunakan Pertamax sebagai alternatif saat antrean Solar panjang, kini pilihan tersebut mulai ditinggalkan karena selisih harga yang semakin besar.

Menurut sejumlah pengguna kendaraan, mereka lebih memilih menunggu antrean Solar dibanding membeli Pertamax dengan harga terbaru. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU terlihat lebih padat dibanding hari-hari sebelumnya.

Diketahui, harga BBM non-subsidi mengalami penyesuaian sejak Rabu 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan tersebut berdampak langsung pada pola konsumsi BBM masyarakat di Kabupaten Sumenep.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....