Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Ibu Rumah Tangga Mulai Kurangi Pembelian

  • 14 Jun 2026 14:48 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Kenaikan harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional mulai dirasakan masyarakat. Komoditas dapur yang menjadi kebutuhan pokok untuk berbagai masakan tersebut kini mengalami lonjakan harga hingga mencapai Rp42 ribu per kilogram.

Kondisi ini membuat sebagian ibu rumah tangga harus menyesuaikan pengeluaran belanja harian. Salah satunya dirasakan oleh Desi, warga Desa Pangarangan, yang mengaku harga bawang putih saat ini lebih tinggi dibandingkan beberapa waktu lalu.

Menurut Desi, kenaikan harga bawang putih bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat pada musim hajatan dan pernikahan yang sedang berlangsung di sejumlah daerah.

“Musim nikah ini bawang putih naik. Kemarin saya beli sudah harga Rp42 ribu per kilonya,” ujar Desi saat ditemui, Minggu 14 Juni 2026.

Meski demikian, ia mengakui bawang putih memiliki daya simpan yang cukup lama sehingga tidak mudah rusak. Namun, kenaikan harga tetap berpengaruh terhadap pola belanja rumah tangganya.

“Ya memang sih kalau bawang putih tidak cepat busuk. Tapi buat saya yang ibu rumah tangga, biasanya beli satu kilo bawang putih tidak masalah. Kalau naik harganya seperti ini ya mesti mengurangi. Kalau biasanya beli satu kilo, sekarang beli setengah kilo saja,” katanya.

Kenaikan harga bawang putih tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga berpotensi menambah biaya produksi bagi pelaku usaha kuliner yang menggunakan bawang putih sebagai bahan utama masakan.

Sejumlah pedagang menyebut meningkatnya permintaan pasar, terutama saat musim hajatan, menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga. Tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat membuat stok bawang putih di pasaran lebih cepat terserap.

Masyarakat berharap harga bawang putih dapat kembali stabil sehingga kebutuhan dapur sehari-hari tetap terjangkau. Pasalnya, bawang putih merupakan salah satu bumbu dasar yang hampir selalu digunakan dalam berbagai menu masakan keluarga.

Dengan harga yang terus meningkat, sebagian konsumen kini memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali tanpa mengurangi kebutuhan pokok lainnya. (RIA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....