PENS Sumenep Latih Warga Desa Wisata Keris Produksi Kotak Keris dari Bahan Limbah
- 10 Jun 2026 19:32 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Kampus Sumenep terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, PENS menggelar workshop pembuatan packaging atau kotak keris berbahan limbah bagi warga Desa Wisata Keris Aeng Tongtong, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan yang didanai melalui program pengabdian internal PENS tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah produk keris melalui pengembangan kemasan yang lebih menarik dan bernilai jual.
Dosen Pembimbing Pengabdian Masyarakat PENS Kampus Sumenep, Ahmad Khairul Umam, mengatakan workshop tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung pembuatan kotak keris yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
Menurutnya, peserta terlebih dahulu dibekali pengetahuan mengenai penggunaan berbagai peralatan produksi, mulai dari mesin pemotong kayu, gerinda, bor, hingga peralatan pendukung lainnya. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang keselamatan kerja sebelum memasuki sesi praktik.
"Kegiatan ini tidak hanya berupa pelatihan teori, tetapi juga praktik langsung. Peserta dikenalkan pada penggunaan alat-alat produksi dan aspek keselamatan kerja sebelum membuat kotak keris," ujar Ahmad Khairul Umam, Rabu 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut difokuskan pada pemanfaatan bahan limbah seperti kayu bekas, triplek sisa, kain batik, maupun kain beludru yang sudah tidak digunakan. Material tersebut kemudian diolah menjadi kotak keris yang memiliki nilai estetika dan fungsi yang baik.
Menurutnya, konsep tersebut dipilih agar masyarakat dapat memproduksi kemasan dengan biaya rendah tanpa harus bergantung pada bahan baku mahal.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kotak keris yang menarik tidak harus dibuat dari bahan mahal. Dengan memanfaatkan limbah yang ada, masyarakat bisa menghasilkan produk yang bernilai ekonomi," katanya.
Khairul Umam menambahkan, program pengabdian ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara PENS Kampus Sumenep dan Desa Aeng Tongtong yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Bahkan, kerja sama tersebut telah diperpanjang melalui perjanjian kolaborasi untuk lima tahun ke depan.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga melibatkan enam mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus penguatan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap kemampuan membuat kotak keris dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan industri keris di Sumenep.
"Selama ini keris banyak dijual tanpa kemasan. Padahal dengan adanya kotak keris yang baik, nilai jual produk bisa meningkat dan lebih menarik bagi pembeli maupun kolektor," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....