WFH dan Transportasi Ramah Lingkungan Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM ASN
- 10 Jun 2026 19:06 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sumenep setiap hari Rabu dinilai mulai menunjukkan dampak terhadap upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan berkurangnya mobilitas ASN selama pelaksanaan WFH secara otomatis menekan penggunaan BBM, baik untuk kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas.
Menurutnya, meskipun belum dilakukan penghitungan secara rinci terkait jumlah penghematan yang dihasilkan, manfaat kebijakan tersebut sudah dirasakan langsung oleh para ASN.
"Dampaknya memang tidak terlihat secara langsung di masyarakat, tetapi bagi ASN sendiri cukup terasa. Ketika bekerja dari rumah, penggunaan kendaraan berkurang sehingga konsumsi BBM juga ikut menurun," kata Dadang, Rabu 10 Juni 2026.
Selain mengurangi perjalanan menuju kantor, kebijakan tersebut juga berdampak pada tidak digunakannya kendaraan dinas setiap hari Rabu. Kondisi itu turut mendukung program efisiensi energi yang sedang dijalankan pemerintah.
Dadang menjelaskan, penghematan BBM menjadi salah satu tujuan utama diterapkannya WFH bersamaan dengan kebijakan larangan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak bagi ASN pada hari yang sama.
"Ketika ASN tidak melakukan perjalanan dinas maupun aktivitas rutin ke kantor, tentu kebutuhan BBM berkurang. Ini yang menjadi salah satu hasil nyata dari kebijakan WFH," ujarnya.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penghematan BBM. Melalui aturan itu, ASN diwajibkan bekerja dari rumah dan tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak setiap hari Rabu.
Meski demikian, layanan publik yang bersifat esensial tetap berjalan normal. Sejumlah instansi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat tetap beroperasi agar kebutuhan publik tidak terganggu.
Dadang menegaskan, Pemkab Sumenep akan terus mendukung program efisiensi energi yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, termasuk melalui pengurangan konsumsi BBM di lingkungan birokrasi.
"Yang paling terasa adalah pengeluaran untuk bahan bakar menjadi lebih hemat. Ini tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga ASN secara pribadi," kata Dadang.
Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Sumenep berharap budaya hemat energi dapat semakin tumbuh di lingkungan ASN dan memberikan kontribusi terhadap upaya pengelolaan energi yang lebih efisien di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....