Pelantikan MWC NU Pasongsongan Perkuat Sinergi dan Pelayanan Umat
- 09 Jun 2026 04:27 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan Masa Khidmat 2026–2031 berlangsung khidmat di Gedung KH. Abdul Wachab Hasbullah, Pasongsongan, Senin 8 juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran Nahdlatul Ulama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Acara tersebut dihadiri unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Pasongsongan, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep, pengurus ranting NU se-Kecamatan Pasongsongan, badan otonom dan lembaga NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta KH. Muh. Unais Ali Hisyam, sebagai penceramah.
Selain prosesi pelantikan pengurus baru, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat Kantor MWC NU Pasongsongan atau Gedung KH. Abdul Wachab Hasbullah kepada PCNU Kabupaten Sumenep sebagai bentuk penguatan legalitas aset organisasi.
Ketua MWC NU Pasongsongan, K. Ahmad Riyadi, M.Pd., menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara MWC NU Pasongsongan dengan PCNU Sumenep, pemerintah kecamatan, pengurus ranting, badan otonom, serta seluruh lembaga NU.
“Pelantikan ini merupakan bentuk konsolidasi organisasi agar seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Pasongsongan semakin solid dalam menjalankan program dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam tata kelola organisasi. Menurutnya, Syuriyah memiliki peran strategis sebagai pemegang kebijakan tertinggi yang diharapkan mampu memberikan kontrol konstruktif terhadap jalannya roda organisasi.
Sementara itu, Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, mengapresiasi terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia berharap kemitraan antara pemerintah dan Nahdlatul Ulama terus diperkuat guna mendukung pembangunan masyarakat.
“Potensi lokal yang dimiliki Pasongsongan harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi umat,” katanya.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sumenep, K. Halqi, S.Ag., mengingatkan bahwa kepengurusan NU merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pengurus NU dituntut mampu menjadi konsolidator masyarakat, fasilitator peningkatan kesejahteraan, sekaligus negosiator dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak.
Dalam tausiyahnya, KH. Muh. Unais Ali Hisyam menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan wadah perjuangan ulama yang harus terus dijaga marwah dan kewibawaannya.
“Pergerakan umat Islam harus diawali dengan penguatan spiritual. Pondasi utama perjuangan Nahdlatul Ulama adalah iman yang kokoh, kemudian diwujudkan dalam berbagai gerakan kemaslahatan umat,” ungkapnya.
Pelantikan MWC NU Pasongsongan Masa Khidmat 2026–2031 diharapkan menjadi langkah awal memperkuat ukhuwah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta membangun sinergi lintas elemen demi mewujudkan umat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....